EmitenNews.com -Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menaksir valuasi pasar obligasi Indonesia berpotensi melanjutkan masa pemulihan hingga akhir tahun 2023.

 

Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PHEI, Roby Rushandie menjelaskan, perkiraan itu didorong oleh terjaganya kondisi makro domestik, dan adanya ekspektasi puncak siklus kenaikan suku bunga global dan dalam negeri.

 

“Sebagian analis memperkirakan bank sentral US dan Eropa akan menurunkan suku bunga acuannya pada kuartal IV tahun 2024.” Kata dia kepada media, Kamis (27/7/2023).

 

Namun dia mengingatkan, volatilitas diperkirakan masih membayangi pasar yang didorong oleh potensi persistennya inflasi negara-negara maju, arah kebijakan The Fed, dan aksi tunggu geopolitik dan Pemilu 2024.

 

Ia bilang, pergerakan positif pasar obligasi pada semester I-2023 ditopang oleh tren penurunan level inflasi di global terutama di AS, sehingga turut mendorong ekspektasi jika The Fed maupun Bank Sentral utama lainnya di global mulai akan memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.