Potensi IKM Tegal dalam Mendukung Rantai Pasok Industri Manufaktur Indonesia
:
0
Komisaris IKM Tegal Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), PT Kannindo Metal Industri, Harjono (kiri) saat menunjukkan produk washer yang akan dipasok ke PT Kayaba Indonesia kepada Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin Elektronika Dan Alat Angkut, Kementerian Perindustrian RI, Ir. Dini Hanggandari, MSi (kedua kiri); Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala (kedua kanan) dan General Manager Procurement PT Kayaba Indonesia, Herry Pramudito (kanan) di Tegal, Jumat (8/12/2023). dok. YDBA. ist.
EmitenNews.com - Sektor manufaktur, salah satu sektor yang berkontribusi besar dalam menopang perekonomian di Indonesia. Di sektor ini, para pelaku bisnis saling berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Tidak terkecuali para Industri Kecil Menengah (IKM) yang menjadi partner atau bagian dari supply chain perusahaan besar di Indonesia.
Kabupaten Tegal, salah satu wilayah berjuluk Jepangnya Indonesia. Di kabupaten ini terdapat IKM Manufaktur dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Antara lain komponen alat berat, komponen listrik, alat kesehatan, furniture hingga komponen otomotif baik roda-2 maupun roda-4.
Produk-produk tersebut dihasilkan oleh para pelaku IKM yang memiliki kompetensi dari generasi ke generasi. Kompetensi tersebut menjadi peluang bagi Kabupaten Tegal untuk memasuki rantai pasok perusahaan besar maupun Agen Pemegang Merek (APM).
Untuk memperkuat kompetensi para IKM dan menjadikan IKM di Kabupaten Tegal naik kelas dan mandiri, pada tahun 1996, Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal. Mereka mendirikan Unit Informasi Usaha Kecil dan Koperasi (UIUKK) yang diremajakan pada tahun 2013 menjadi Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Tegal.
Berbagai program pembinaan IKM, dilakukan LPB Tegal kepada lebih dari 90 IKM Manufaktur mulai dari program pelatihan dan pendampingan teknis maupun manajemen, fasilitasi pemasaran serta fasilitasi pembiayaan. Untuk mendukung kemandirian IKM, LPB Tegal juga mendorong IKM mendirikan Koperasi yang dibentuk pada tahun 2019 dengan nama Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI).
Komitmen dan konsistensi IKM dalam pembinaan
Related News
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya





