Produksi Alat Berat Diperkirakan Meningkat, Simak Rekomendasinya
Prediksi dan rekomendasi saham
EmitenNews.com - DJIA turun -0,36% pada Selasa (29/10), sementara S&P 500 (+0,16%) dan Nasdaq (+0,78%) menguat. Wall Street ditutup bervariasi karena investor menilai katalis positif dari rilis CB Consumer Confidence untuk Okt-2024, yang naik menjadi 108,7 (vs konsensus 99,5). Pada saat yang sama, mereka memantau data Job Openings untuk Sep-2024, yang mencapai 7,44 juta, turun di bawah estimasi konsensus 7,99 juta.
Hari ini pasar akan menantikan beberapa rilis data seperti: 1) Japan Consumer Confidence Okt-2024; 2) EA GDP Growth Flash 3Q24; 3) US GDP Growth Adv 3Q24.
Target produksi alat berat nasional tahun ini adalah 8.000 unit. Tercatat produksi alat berat nasional pada September 2024 sebanyak 5.138 unit (-18% yoy). Komentar.
"Kami perkirakan produksi alat berat dalam negeri akan meningkat di masa mendatang, meski banyak merek baru dari Tiongkok yang masuk. Hal ini karena kami melihat permintaan dari aktivitas pertambangan dan perkebunan yang terus meningkat," demikian ulas analis MNC Sekuritas dalam Morning Navigator-nya hari ini.
IHSG melemah -0,37% ke level 7.606,60 pada perdagangan Selasa (29/10) dengan net sell asing sebesar Rp511,19 miliar. Sejumlah sektor melemah yang membebani indeks, dipimpin oleh sektor energi (-1,01%) dan diikuti sektor industri (-0,87%).
Sementara itu, sektor infrastruktur menguat (+1,02%), diikuti sektor kesehatan (+0,76%). Indeks melemah di tengah menguatnya bursa Asia lainnya seiring meningkatnya ketidakpastian global menjelang pemilu AS. Selain itu, aksi jual saham-saham bank besar turut menekan indeks. Nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp15.760/USD.
MNC Sekuritas memerkirakan IHSG bergerak pada kisaran harga 7.570-7.620. Rekomendasi hari ini: INTP, KLBF, TKIM, ULTJ.(*)
Related News
IHSG Bangkit ke 8.322, Sektor Kesehatan dan Konsumer Pimpin Rebound
IHSG Sesi I Naik 0,6 Persen ke 8.330, Satu Sektor Drop!
Tanpa Sertifikasi, Makanan Impor AS Harus Dinyatakan Tidak Halal
Yakin DN Mampu, Impor Pick-Up dari India Untuk Kopdes MP Perlu Dikaji
RI Desak UE Segera Patuhi Putusan WTO Soal Sengketa Minyak Sawit
Buru Recurring Revenue Rp1,5 Triliun, Ini Tindakan Triniti Land Group





