EmitenNews.com - Pergerakan IHSG pekan ini diprediksi sangat dipengaruhi pengumuman MSCI soal annual market classification yang dirilis, Rabu (24/6). Kendati masih di dalam klasifikasi Emerging Market, Indonesia mendapat peringatan penurunan kasta ke Frontier Market.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menyebutkan, bahwa pengumuman MSCI terbaru mengenai klasifikasi market Indonesia diperkirakan menjadi sentimen utama pergerakan IHSG pekan keempat Juni 2026.

Nafan mengatakan, MSCI menilai investor masih memiliki kekhawatiran terhadap aspek investabilitas pasar Indonesia, terutama terkait transparansi dan struktur kepemilikan saham.

“Perilisan MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia akan menjadi sentimen utama yang sangat krusial bagi pergerakan IHSG pekan ini,” ujar Nafan dalam risetnya, Rabu (24/6).

Ia menyebut, secara teknikal IHSG diproyeksikan masih dalam koreksi wajar dengan support area di kisaran 5.972 dan 5.848, serta resistance area di kisaran 6.257 dan 6.377.

“Secara teknikal pergerakan IHSG diproyeksikan masih dalam koreksi wajar selama berada di “wave (b)”, meskipun IHSG berhasil menguji garis MA20, dengan membentuk pin bar,” ungkap Nafan.

Sejumlah juga turut direkomendasikan untuk dicermati seperti BBRI, BRPT, hingga TLKM.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menyampaikan, secara histori Indonesia memiliki potensi pertumbuhan, namun saat ini investor global semakin menuntut institusi yang kuat baik secara fundamental maupun kebijakan yang konsisten.

Karena itu, menurut Liza, sekalipun Indonesia masih bertahan di status Emerging Market, tugas atau ‘pekerjaan rumah’ masih belum sepenuhnya tuntas.

“Indonesia masih memiliki growth story, tetapi investor global saat ini semakin menuntut institusi yang kuat, regulasi yang konsisten, produktivitas yang tinggi, dan kepastian kebijakan,” ujar Liza kepada Emitennews.