Purbaya Sebut Dua Hambatan Yang Pengaruhi Iklim Investasi
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada seminar “Mengurai Bottleneck Pertumbuhan Ekonomi: Sinergi Fiskal, Moneter, dan Dunia Usaha Menuju Indonesia 6%” yang dihelat Wartaekonomi Senin (6/4) .(Foto: Kemenkeu)
EmitenNews.com - Pemerintah terus memperkuat upaya debottlenecking sebagai langkah strategis dalam mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh dunia usaha sekaligus menjadi cara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Dalam paparannya pada seminar “Mengurai Bottleneck Pertumbuhan Ekonomi: Sinergi Fiskal, Moneter, dan Dunia Usaha Menuju Indonesia 6%” yang dihelat Wartaekonomi Senin (6/4) Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengidentifikasi dua hambatan yang mempengaruhi iklim investasi. Dua hambatan itu adalah dalam aspek kebijakan dan hambatan dalam kegiatan melakukan bisnis.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) yang berfungsi mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Satgas ini bekerja lintas kementerian/lembaga dan berfokus pada penyelesaian kasus secara langsung melalui sidang aduan kanal debottlenecking.
“Jadi semua pelaku bisnis di Indonesia baik domestik maupun asing bisa lapor ke kita. Ini ada banyak pengaduan, sampai 6 April ada 112 pengaduan, 52 pengaduan sudah disidangkan,” jelas Menkeu.
Menkeu menekankan bahwa pendekatan debottlenecking tidak hanya berfokus pada penyelesaian kasus, tetapi juga pada perbaikan sistemik melalui penyempurnaan regulasi.
“Kalau di atas kertas sudah bagus, tapi di lapangan tidak ada yang jalan. Jadi saya kembali lagi lihat di lapangan, kalau ada masalah di peraturan, kita betulin peraturannya,” imbuhnya.
Dengan kontribusi sektor swasta yang mencapai sekitar 90 persen terhadap perekonomian, memastikan dunia usaha dapat melakukan bisnis dengan baik menjadi poin penting dalam upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jadi saya berkepentingan untuk memastikan sektor swasta bisa melakukan bisnis dengan baik tanpa kendala. Itu salah satu resep untuk memastikan kita bisa tumbuh ke arah 8%,” ujar Menkeu.
Di akhir paparannya, Menkeu Purbaya mengungkapkan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia seiring koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang semakin sinkron serta perbaikan iklim investasi melalui penguatan debottlenecking yang dilakukan oleh Satgas P2SP.(*)
Related News
Terimbas Ancaman Trump, Rupiah Pagi Ini Melemah 51 Poin Terhadap Dolar
Asosiasi Optimis Permintaan Perhiasan Emas Bakal Kembali Membaik
Kenaikan Harga Minyak Global Turut Tekan Rupiah
Harga Emas Antam Naik Rp19.000 Per Gram
Hingga Akhir Maret APBN Masih Solid
Merespon Harga Avtur, Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge 38 Persen





