Review 14 Juli – 18 Agustus 2023 dan Outlook 21 – 25 Agustus 2023 IHSG
:
0
EmitenNews.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan periode 14-18/08/2023 bergerak pada rentang level 6.823 - 6.928 atau melemah sebesar 0.29% (wtd) dan ditutup pada level 6.859 atau melemah sebesar 0,59% (dtd) pada perdagangan hari Jumat (18/08/2023) dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Terdapat tujuh sektor yang menjadi pemberat pelemahan IHSG pada minggu lalu, sementara empat sektor lainnya mengalami penguatan.
Sektor Industry menjadi kontributor terbesar dalam penurunan level IHSG minggu ini sebesar -1.58%. Diikuti sektor Cyclical dan sektor Healthy yang melemah masing-masing sebesar -1.35% dan -0.43%.
Selanjutnya, sektor Finance dan Property yang melemah masing-masing -0.32% dan -0.13%. Dan pada sektor Technology dan Transportation merosot sebesar -0.11% dan -1.36%.
Disisi lain, ada sektor Basic Materials yang menjadi kontributor pendorong dalam penguatan IHSG sebesar 0.78%. Diikuti sektor Energy yang meroket sebesar 3.47%. Kemudian sektor Non-Cyclical dan sektor Infrastructures yang meroket masing-masing sebesar 0.24% dan 2.12%.
Total volume transaksi yang diperdagangkan di bursa mencapai 76,472 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi yang diperoleh sebesar Rp42,978 triliun.
Asing melakukan aksi jual atau Net Foreign Sell sebesar Rp3,4 triliun dengan saham-saham yang didistribusi antara lain BBRI -Rp761 M, INCO -Rp284 M, dan BBCA -Rp241 M. Sementara itu, asing juga melakukan aksi akumulasi pada saham-saham berikut ADRO Rp100 M, BUMI Rp43 M, BRIS Rp54 M.
Selanjutnya saham-saham yang menjadi top losers by value pada perdagangan minggu lalu ada WSGH -32.41%, RCCC -28.09%, dan MSIE -27.16%. Disisi lain, yang menjadi top gainers by value, yaitu HUMI +156.86%, ARII +82.35%, dan MSKY +70.42%.
Dua analis dari Stcoknow.Id Abdul Haq dan Hendra Wardana CTA CSA CIB mengatakan bahwa pada perdagangan minggu lalu, Sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar Domestik setelah peraturan larangan ekspor nikel mentah ditetapkan, BPS melaporkan ekspor Indonesia turun 18,03% ditengah harga komoditas yang moderat. Lalu, untuk neraca perdagangan Indonesia turun tajam menjadi USD 1,31 milliar pada Juli 2023 dan jika dibandingkan YoY, neraca perdagangan Indonesia berada pada USD 4,22 milliar. Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat ekspor Indonesia yang menurun.
Dari sisi Regional, Investasi China turun 4% dari tahun sebelumnya menjadi CNY 766,71 milliar dalam tujuh bulan pertama 2023. Di tengah ekonomi dunia yang sedang volatil, Harga rata-rata rumah baru di China turun 0,1% pada juli 2023. Serta, penjualan ritel di China turun 3,1% dari bulan sebelumnya atau meningkat 2,5% YoY pada juli 2023.
Kemudian, dari sentimen Global, datang dari negara Paman Sam, penjualan ritel naik 0,7% MoM pada Juli 2023 yang menjadikan kenaikan ini menjadi kenaikan keempat kalinya secara berturut-turut pada kuartal 3 tahun 2023. Selanjutnya, kenaikan suku bunga US menjadi 5,5% menjadi faktor utama harga pembangunan rumah di US naik 3,9% MoM pada juli 2023. Serta, kenaikan bunga KPR 15 tahun Amerika meningkat menjadi 6,46% di bulan Agustus 2023.
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





