Right Issue Oversubscribed, Triniti Land (TRIN) Siap Ekspansi di Lampung dan Labuan Bajo
:
0
EmitenNews.com - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) telah memulai rangkaian Right Issue dengan harga pelaksaan sebesar Rp900 per saham. Selain itu Perseroan juga menerbitkan waran dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.100 per saham. Lewat aksi korporasi ini, Perseroan menghimpun sebesar 146.814.424 saham baru dan memperoleh dana segar sebesar Rp132,13 miliar.
Aksi korporasi ini cukup diminati oleh masyarakat, dibuktikan dengan right issue Perseroan yang oversubscribed. Pencapaian tersebut menjadi tonggak Perseroan untuk memulai rangkaian ekspansi di tahun 2023 yang diharapkan akan menjadikan performa keuangan Perseroan ke depan menjadi lebih baik.
Ishak Chandra, Presiden Direktur PT Perintis Triniti Properti Tbk sekaligus CEO Triniti Land mengatakan, aksi korporasi dari PT Perintis Triniti Properti, tbk berhasil berjalan dengan baik dan mendapatkan respon yang baik dari para investor. Kami harapkan Perseroan dapat menjaga kepercayaan investor yang sudah diberikan kepada kami.
Di tahun 2023 ini Perseroan berencana untuk melakukan berbagai ekspansi dengan memulai proyek di wilayah pengembangan baru seperti di Lampung melalui Holdwell Business Park dan juga di TanaMori, Nusa Tenggara Timur, jelas Ishak dalam keterangan resmi Jumat (20/1).
Dana dari Right Issue yang diperoleh tersebut digunakan untuk pengambilalihan lahan berupa tanah di Labuan Bajo seluas 193.400m2 dan tanah di Lampung seluas 93.018m2 dengan cara setoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng). Sisanya digunakan untuk Modal kerja Perseroan dan pembayaran utang jangka panjang kepada Pihak-Pihak Terafiliasi.
Related News
Pertamina Geothermal (PGEO) Pastikan Bagi Dividen, Catat Waktunya!
PTPP On Fire, Pembangunan Sekolah Rakyat Bengkulu Lampaui Target
BTPN Tebar Dividen Rp101,11 Miliar, Ini Jadwalnya!
MINE Siap Tebar Dividen, Kapan Jadwalnya?
Emiten Grup Bakrie (VKTR) Rencanakan Rights Issue, Kapan?
PGAS Catat Laba USD90,45 Juta, Melejit 45,84 Persen Kuartal I 2026





