Royalti Direvisi, Profitabilitas Emiten Batu Bara Ini Bakal Terkerek
:
0
Ilustrasi: Tambang batu bara
EmitenNews.com - Emiten tambang batu bara pemegang IUPK tengah menantikan kebijakan penyesuaian tarif royalty batu bara.
pasalnya royalti yang harus dibayarkan emiten seperti Bumi Resources (BUMI) dan Adaro Energi (ADRO) hampir mencapai sepertiga dari total pendapatan.
Asal tahu saja ADRO membukukan pendapatan USD2,972 miliar sepanjang semester 1 2024.
Adapun royalti yang dibayarkan kepada pemerintah mencapai USD598,57 juta untuk periode sama.
Dengan kata lain besaran royalty yang dibayarkan ADRO mencapai 20,1 persen.
Contoh lain BUMI membayar Royalti sebesar USD130,78 juta pada semester I 2024. Sedangkan pendapatan pada periode yang sama sebesar USD595,4 juta.
Artinya, BUMI menanggung beban royalty setara 21,9 persen dari total pendapatan.
Direktur BUMI, Dileep Sravistava menyatakan menunggu kebijakan perubahan itu diumumkan.
“Jangan dulu berspekulasi sebelum kebijakan penurunan biaya royalti diumumkan,” kata dia kepada media, Kamis (3/10/2024).
Sebelumnya dalam webinar Indonesia Invesment Education, Dileep mengakui laba kotor perseroan terpangkas cukup dalam setelah penerapan royalty progresif untuk IUPK hasil perpanjangan kontrak yang mulai berlaku awal 2022.
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





