Rupiah Masih di Tren Melemah, Efek Rebalancing MSCI?
:
0
Kurs rupiah
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan pelemahan pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), melewati level Rp 17.500 per gram.
Berdasarkan pantauan dari wise.com rupiah pagi ini berada di level Rp17.526, melemah dari penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 17.514,80.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot exchange pada pukul 09.18 WIB melemah 10,50 poin atau 0,06% ke level Rp 17.539 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yuan China naik 0,06 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,13 persen, dolar Singapura menguat 0,02 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen.
Sementara itu, peso Filipina melemah 0,04 persen, yen Jepang turun 0,01 persen, serta won Korea Selatan terdepresiasi 0,26 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan pasar.
"Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Selain itu, sentimen negatif juga datang dari hasil rebalancing indeks MSCI Mei 2026 yang dinilai lebih buruk dari ekspektasi pasar.
Rupiah melemah 4,28% sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2026.
1 Januari 2026 rupiah berada di level Rp16.675 per dolar yang merupakan level terkuat tahun ini.
Related News
Perkuat Hilirisasi, Pertamisi Dorong Ekspor dan Kepastian Harga Silika
Dihantam Perang Tarif, Daya Saing Ekspor Baja Indonesia Terancam
Penerimaan Bea Cukai Capai 71,51 Persen, CPO Berperan Besar
Emas Antam Turun Rp10.000 Efek Dolar dan Yield Obligasi AS
Emas Tertahan Kenaikan Dolar AS dan Yield Obligasi di USD4.150
Saham Teknologi Angkat Bursa AS, Nasdaq Tembus Rekor Baru





