Rupiah Rekor Melemah Tembus Rp17.529, Ini yang akan Dilakukan Purbaya
:
0
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan melakukan sejumlah langkah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Foto: Kemenkeu
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026) melemah sepanjang sejarah di posisi Rp17.529. Nilai tukar rupiah melemah sebesar 115 poin atau 0,66 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya yang berada di level Rp17.414 per dolar AS.
Ini merupakah rekor pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang sejarah. Saat rupiah terpuruk sangat dalam di krisis moneter tahun 1998, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak pernah menyentuh kisaran Rp17.500.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menstabilkan pasar obligasi dengan menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) guna membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kini menyentuh.
“Kita akan mulai membantu (bank sentral) besok, mungkin dengan masuk ke bond market,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa seperti dikutip Antaranews.com.
Purbaya mengatakan, stabilisasi dilakukan melalui bond stabilization fund (BSF) dengan menggunakan anggaran yang tersedia serta dimungkinkan melalui mekanisme buyback.
Di tengah laju pelemahan rupiah, ia meyakini Bank Indonesia (BI) mampu menjaga stabilitas nilai tukar sesuai mandat dan kapasitas yang dimilikinya.
Adapun intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menahan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN). Purbaya mengingatkan, kenaikan yield yang berlebihan dapat memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar.
“Kita kendalikan itu supaya asing tidak keluar, atau malahan masuk kalau yield-nya membaik. Sehingga rupiah akan menguat. Kita akan masuk mulai besok,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Purbaya juga memastikan perhitungan APBN masih relatif aman meski rupiah telah berada di atas asumsi APBN 2026, karena simulasi fiskal menggunakan asumsi kurs yang lebih tinggi.
Related News
Racik Strategi Investasi dengan Teknologi Digital, Cek Penjelasannya
Inflasi AS melandai ke 3,4%, Redam The Fed Naikkan Suku Bunga
Bittime Nilai Minat RWA Meningkat, Ondo Finance Beberkan Pendorongnya
Emas Antam dan Spot Dunia Turun Jelang Data Inflasi AS
Sektor Teknologi Melesat, Saham Korea dan China Terangkat
Investor Tunggu Rilis Inflasi AS, Emas Bertahan di USD4.370





