Saham Dicaplok 76,42 Persen, PTMR Siapkan Aksi Baru Bernilai Jumbo!
Manajemen PTMR kala menggelar aksi korporasi RUPST. Sumber Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Master Print Tbk. (PTMR) menyiapkan transaksi material berupa penjualan aktiva dan kewajiban serta rencana akuisisi PT Solusi Lintas Nusantara (SLN).
Direktur Utama PTMR Ardi Kusuma dikutip Minggu (8/2/2026) dalam prospektus ringkasnya bahwa rencana transaksi tersebut beriringan dengan pengambilalihan pengendalian Perseroan, walaupun hingga kini saham PTMR masih belum bebas diperdagangkan di bursa.
Sebagai informasi, saham PTMR hingga kini terkunci di level Rp374 dan telah disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) selama hampir satu semester lamanya sejak 26 Juni 2025.
“Transaksi ini dilakukan untuk menyelaraskan struktur aset dan kewajiban dengan perubahan kegiatan usaha Perseroan, sekaligus mendukung strategi jangka panjang setelah pengambilalihan saham oleh calon pengendali baru,” ujar Ardi Kusuma.
Dalam keterbukaan informasi, prospektus menyebutkan transaksi tersebut mencakup penjualan aktiva dan kewajiban Perseroan senilai Rp102,18 miliar atau setara 115,89% dari ekuitas, serta rencana akuisisi SLN senilai Rp89,52 miliar atau sekitar 101,52% dari ekuitas, sehingga dikategorikan sebagai transaksi material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ardi menambahkan, seluruh rencana transaksi masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan RUPSLB Independen.
Berdasarkan analisis proforma, manajemen menyampaikan bahwa pendapatan dan laba bersih Perseroan tidak mengalami penurunan signifikan setelah transaksi. Bahkan, laba bersih proforma pasca akuisisi 49% saham SLN diproyeksikan meningkat sekitar 191,7% dibandingkan kondisi sebelum transaksi.
Sebagai catatan, Deep Source Pte. Ltd. telah mengakuisisi 76,42% saham PTMR milik PT Mitra Pack Tbk. (PTMP). Dalam transaksi terbaru, Deep Source mengambil alih sebanyak 1,45 miliar saham PTMR dengan nilai transaksi mencapai Rp141,35 miliar.
Deep Source merupakan perusahaan berbasis di 3 Anson Road, Springleaf Tower, Singapura, yang sebelumnya bernama Bright Point Trading Pte. Ltd. sebelum berganti nama pada 4 Juni 2025. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan komoditas bijih mineral seperti bijih besi, nikel, krom, dan mangan, serta dipimpin oleh dua direktur, Jiang Jiang dan Wu Lei.
Deep Source memiliki modal dasar sebesar USD80 juta yang seluruhnya dimiliki oleh Deep Sources Holdings Limited . Adapun, Deep Source dan PTMP tidak memiliki hubungan afiliasi saat transaksi dilakukan pada 11 November 2025, dengan addendum perjanjian jual beli saham ditandatangani pada 22 Januari 2026.
Sejalan dengan aksi akuisisi tersebut, PTMP juga melaporkan pengambilalihan aset tetap milik Ardi Kusuma selaku Direktur Utama dan Pengendali Perseroan senilai Rp37,43 miliar, serta aktiva dan kewajiban PTMR sebesar Rp102,18 miliar. Seluruh transaksi pengambilalihan aset tersebut dilaksanakan pada 23 Januari 2026.
Related News
Porsi Kecil, Dirut DIVA Mulai Investasi Perdana Saham Saat Harga Drop
Harga Turun, Presdir SULI Lepas 25,6 Juta Saham Senilai Rp2,83 Miliar
Makin Bengkak, Sepanjang 2025 JGLE Defisit Rp815 Miliar
Perkuat Modal, NICE Tarik Pinjaman dari Bank UOB Rp100 Miliar
Tumbuh Minimalis, BRIS 2025 Tabulasi Laba Rp7,56 Triliun
Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Peran Sebagai Mitra Pemerintah





