Saham Drop, BBCA Buyback Maksimal Rp5 Triliun
Gerai ATM BCA tampak ramai dikunjungi nasabah untuk kepentingan transaksi. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bank Central Asia (BBCA) bakal menggeber pembelian kembali (buyback) saham. Nah, untuk memuluskan hajatan itu, perseroan telah menyediakan anggaran fantastis senilai Rp5 triliun. Tindakan korporasi itu, akan dilakukan setelah mendapat restu investor.
Guna mendapat izin pemodal itu, perseroan akan mengadakan rapat umum pemegan saham tahunan pada 12 Maret 2026. Periode pelaksanaan buyback dalam tempo 12 bulan sejak persetujuan dalam rapat umum pemegang saham tahunan. Buyback saham tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai berikut.
Yaitu, mendukung stabilitas pasar modal Indonesia pada tahun 2026, meningkatkan kepercayaan investor, dan memberikan tingkat pengembalian lebih optimal bagi para pemegang saham. Buyback tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor, dan jumlah saham beredar (free float) tidak kurang dari 7,5 persen dari jumlah saham tercatat.
Pelaksanaan buyback tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum sebagaimana dipersyaratkan dalam POJK No. 11/2016. Pelaksanaan buyback tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan, dan kegiatan usaha perseroan. Pelaksanaan buyback akan menggunakan dana internal, dan bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum.
Hasil pembelian kembali saham tersebut akan dicatat sebagai saham tresuri yang menjadi pengurang ekuitas perseroan. Buyback dilakukan pada harga dianggap baik, dan wajar dengan memperhatikan ketentuan berlaku. Buyback akan dibidani oleh BCA Sekuritas.
Sepanjang perdagangan kemarin, saham perseroan anjlok 475 poin alias 6,33 persen menjadi Rp7.025 per lembar. So, sepanjang tahun ini, saham perseroan telah terpangkas 1.000 poin setara 12,46 persen dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp8.025 per eksemplar. (*)
Related News
Bunga 7,75-8,25 Persen, RMKE Jajakan Obligasi Rp600 Miliar
Buyback, Emiten Hapsoro (RAJA) Siapkan Rp250 Miliar
Kurtal III, Emiten Grup Bakrie (DEWA) Raup Laba Rp234,6 Miliar
Negosiasi Alot, Saiko Batal Caplok 27,83 Persen Saham SPRE
BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern via Ekosistem Terintegrasi
Tender Wajib Techno9 Minim Respons, Saham Terserap Cuma Segini





