Saham Keluar dari FCA, GRPM Mengaku Tak Tahu
:
0
Manajemen GRP ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM). memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas perdagangan saham perseroan yang terjadi belakangan ini.Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas surat permintaan BEI nomor S-09855/BEI.PP1/08-2025 tanggal Agustus 2025.
Perlu diketahui Saham GRPM pada bulan lalu tepatnya 28 Juli 2025 bertengger di papan FCA pada level Rp48 per lembar.
Pada perdagangan hari ini saham GRPA naik Rp6 atau menguat 12,5 persen ke level Rp54. Dalam sebulan GRPM naik 12,5 persen.
Direktur Perseroan GRPM Lili Solihah dalam menjawab surat BEI Rabu (27/8) menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham maupun keputusan investasi investor.
Perseroan juga menyampaikan tidak memiliki informasi yang berkaitan dengan aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan Saham.
Selain itu, Graha Prima Mentari memastikan tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang berpotensi berdampak pada pencatatan saham di bursa, setidaknya dalam tiga bulan mendatang.
“Pemegang saham utama juga tidak memiliki rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan,” jelas manajemen.
Dengan demikian, perseroan menegaskan bahwa volatilitas saham yang terjadi semata-mata bukan karena adanya informasi material ataupun aksi korporasi yang belum diungkapkan ke publik.
PT Graha Prima Mentari Tbk (GRMP) merupakan bagian dari PRIMA Group dan merupakan distributor resmi merek Coca-Cola di Indonesia dan juga produk dari PT Kino Indonesia Tbk (KINO). Perusahaan ini berada di bawah sektor Barang Konsumen Primer dan industri Minuman
Related News
6 Saham Ini Terjerat FCA BEI Gegara Free Float, Ada Emiten Sri Tahir
NAYZ Dilirik Saiko, Kinerja Semester I 2026 Justru Tertekan
EAST Bagi Dividen Interim Rp8,25 Miliar, Cum Date 10 Agustus
Perdana, Pendapatan EMMI Loncat Empat Kali Lipat
Akuisisi NAYZ oleh Saiko Semakin Dekat, Saham Langsung Melejit
Beban Membengkak, Laba Blue Bird Semester I Terpangkas





