EmitenNews.com - Abadi Lestari Indonesia (RLCO) buka suara mengenai lonjakan harga saham perseroan. Maklum, sejak initial public offering (IPO), saham emiten pengolah sarang burung walet tersebut telah melangit 5.078 persen menjadi Rp8.700 per helai. Melejit 853.200 poin dari harga IPO sebesar Rp168.

Merespons itu, manajemen Abadi Lestari mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab pergerakan harga saham perseroan. Namun demikian, perseroan berpendapat kalau pergerakan harga sahan tersebut dipengaruhi oleh mekanisme pasar, dan kondisi pasar modal secara umum. 

Tersebab hingga saat ini, tidak terdapat informasi atau kejadian material di internal perseroan yang belum diungkapkan kepada publik, dan dapat mempengaruhi pergerakan harga saham perseroan. ”Lonjakan saham itu, dinamika pasar,” tegas Ayu Amanda, Direktur dan Corporate Secretary Abadi Lestari. 

Saat ini, perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan anggaran dasar, dan rencana kerja yang telah dipetakan. Seluruh kegiatan operasional berjalan baik, dan tidak terdapat perubahan. ”Perseroan secara umum berfokus pada keberlanjutan operasional, dan peningkatan kinerja keuangan,” imbuh Ayu. 

Perseroan terus memantau perkembangan faktor makroekonomi, dan kondisi industri yang dapat mempengaruhi prospek usaha ke depan. Saat ini, kondisi makroekonomi nasional relatif stabil meski masih dihadapkan pada tantangan global, seperti fluktuasi nilai tukar, dan tekanan inflasi, yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat. 

Perseroan menilai faktor-faktor tersebut masih dapat dikelola melalui pengelolaan operasional yang prudent, efisiensi biaya, dan penyesuaian strategi usaha. Dengan demikian, perseroan memandang prospek usaha ke depan tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, persaingan usaha di industri sarang burung walet saat ini masih berlangsung secara kompetitif. Persaingan terutama terjadi pada aspek harga, kualitas produk, desain, dan jaringan distribusi. Saat ini, perseroan tidak mencatat adanya pergeseran pangsa pasar seara signifikan. 

Perseroan menilai posisi usaha relatif stabil, dan tetap mampu bersaing di pasar melalui konsistensi kualitas produk, variasi desain, hubungan baik dengan pelanggan, dan mitra usaha. Perseroan terus mengevaluasi, penyesuaian strategi pemasaran, dan pengelolaan operasional. Hal itu sangat penting dan bisa dianggap enten untuk menjaga daya saing, dan mempertahankan pangsa pasar di tengah dinamika industri yang ada. (*)