EmitenNews.com - Bareskrim Polri sudah turun tangan menyelidiki serangan siber yang dialami PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), atau BSI. BSI sebelumnya melaporkan sistemnya error, diretas Hacker Lockbit. Akibat serangan hacker itu, layanan mobil banking dan ATM BSI sempat mengalami gangguan sekitar 4 hari. Manajemen BSI memastikan saat ini pelayanan BSI sudah pulih kembali. 

 

Gangguan layanan mobil banking dan ATM BSI, diduga terjadi akibat adanya serangan siber ransomware Lockbit 3.0 terhadap sistem yang dimiliki BSI. Berkaitan dengan serangan itu, tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sudah turun tangan menyelidiki serangan siber tersebut. 

 

Kepada pers, Jumat (19/5/2023), Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Adi Vivid A Bachtiar mengatakan pihaknya menggandeng Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) untuk menyelidiki kasus tersebut. "Tim Siber kita sudah turun bersama stakeholder siber lainnya di bawah kendali dan koordinasi BSSN."

 

Brigjen Adi menjelaskan, pihaknya bersama BSSN melakukan serangkaian langkah mitigasi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Selain itu, pihaknya juga membantu proses pemulihan di tengah penyelidikan yang dilakukan. "Melakukan langkah-langkah mitigasi sesuai tupoksi masing-masing. Intinya membantu pemulihan atau recovery sekaligus memulai proses penyelidikan."

 

Seperti diketahui sejumlah nasabah BSI mengeluhkan dan memprotes terganggunya layanan BSI, selama empat hari, sejak Senin, 8 Mei 2023. Gangguan itu diduga akibat  adanya serangan siber yang menyasar sistem bank syariah terbesar di Tanah Air itu.