Sempat Diinterogasi BEI, Akhirnya PYFA Tuntaskan Akuisisi Saham EIF yang Masih Rugi
Rencana pengembangan usaha EIF adalah dengan meningkatkan penjualan EIF melalui optimalisasi utilisasi kapasitas, mengembangkan portofolio produk baru, dan mengembangkan area dan channel penjualan EIF.
BEI juga mempertanyakan pertimbangan PYFA melakukan akuisisi atas saham EIF, mengingat EIF membukukan rugi bersih per 31 Desember 2021 dan 2020.
Menjawab hal itu, Nadia menjelaskan, alasan dilakukannya transaksi oleh Perseroan adalah untuk menciptakan sinergi dan dapat memperkuat strategi bisnis Perseroan dengan mendiversifikasi produk-produk yang dimiliki serta dapat memasuki segmen pasar yang baru yang bisa meningkatkan penyediaan produk-produk yang inovatif dan ikut berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia.
"Jika transaksi akuisisi saham EIF gagal dilakukan, maka Perseroan akan tetap mengeksplor investasi lainnya sesuai dengan rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Pyridam Farma I Tahun 2022," tegas Nadia.
Related News
Tekanan Berlanjut, Rugi Cashlez Tembus Rp68 Miliar Pada 2025
Awal 2026, Penjualan Batu Bara RMKE Tumbuh 4 Kali Lipat
MEJA Tutup Buku Waran Seri I, 318 Juta Saham Baru Masuk Pasar
Likuiditas Terjaga, TAFS Siap Bayar Obligasi Rp371,52 Miliar
TRON Siapkan Penambahan Usaha Baru, Dua Komisaris Malah Mundur
Buyback 3 Bulan Dimulai, RMKE Baru Serap Rp9,9M dari Anggaran Rp200M





