IDXINDUST

 -0.03%

IDXINFRA

 -0.22%

IDXCYCLIC

 -0.21%

MNC36

 0.16%

IDXSMC-LIQ

 0.23%

IDXHEALTH

 -0.32%

IDXTRANS

 0.16%

IDXENERGY

 -0.60%

IDXMESBUMN

 0.47%

IDXQ30

 0.26%

IDXFINANCE

 0.35%

I-GRADE

 0.36%

INFOBANK15

 0.61%

COMPOSITE

 0.13%

IDXTECHNO

 -0.39%

IDXV30

 -0.21%

ESGQKEHATI

 0.38%

IDXNONCYC

 0.49%

Investor33

 0.26%

IDXSMC-COM

 0.10%

IDXBASIC

 0.01%

IDXESGL

 0.21%

DBX

 -0.32%

IDX30

 0.20%

IDXG30

 0.23%

ESGSKEHATI

 0.29%

IDXSHAGROW

 -0.48%

KOMPAS100

 0.14%

PEFINDO25

 0.05%

BISNIS-27

 0.29%

ISSI

 -0.22%

MBX

 0.18%

IDXPROPERT

 -0.19%

LQ45

 0.19%

IDXBUMN20

 0.55%

IDXHIDIV20

 0.27%

JII

 -0.39%

IDX80

 0.13%

JII70

 -0.31%

SRI-KEHATI

 0.43%

IDXLQ45LCL

 0.11%

SMinfra18

 0.45%

KB Bukopin
Sawit Sumbermas Sarana

Sepanjang 2022 Astra (ASII) Jual 574.198 Mobil, Merek Ini Paling Laris

15/01/2023, 13:40 WIB

Sepanjang 2022 Astra (ASII) Jual 574.198 Mobil, Merek Ini Paling Laris

EmitenNews.com - Astra International (ASII) mencatat penjualan mobil sepanjang 2022 total 574.198 unit. Melejit 17,37 persen dari periode sama 2021 sebanyak 489.209. Itu berdasar data Gaikindo untuk penjualan periode Januari-Desember 2022.


Data dan fakta itu, diklaim sebagai penjualan dengan pertumbuhan tertinggi sejak pandemi Covid-19. Lompatan penjualan itu, ditopang pemulihan ekonomi nasional, dan peningkatan daya beli masyarakat. ”Selain itu, juga diwarnai sejumlah peluncuran model baru, dan dukungan pemerintah,” tutur Boy Kelana, Head of Corporate Communications Astra International.


Menilik merek, penjualan Toyota dan Lexus paling dominan dengan 332.443 unit. Disusul penjualan Daihatsu 202.665, Isuzu 36.646 unit, UD Trucks 1.993 unit, dan Peugeot 451 unit. Penjualan Low Cost Green Car (LCGC) menyentuh level 186.649 unit. Menanjak 27,38 persen dibanding episode sama 2021 sebanyak 146.520.


Sisi pangsa pasar, Astra mendominasi dengan 55 persen. Pangsa pasar LCGC Astra tercatat 75 persen. Penjualan mobil Astra Desember 2022, mencapai 55.113 unit atau naik 8,5 persen dibanding November 2022 sebanyak 50.795.


Per 30 September 2022, Astra mencatat pendapatan bersih konsolidasian Rp221,35 triliun. Menanjak 32 persen dari periode sama 2021 sejumlah Rp167,4 triliun. Itu ditopang segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi naik 105 persen menjadi Rp9,53 triliun dari Rp4,65 triliun.


Lini bisnis otomotif menyumbang laba bersih Rp6,79 triliun naik 23 persen. Menyusul lini bisnis jasa keuangan berkontribusi Rp4,41 triliun, naik 30 persen dari edisi sama 2021 sejumlah Rp3,38 triliun. Kemudian, grup infrastruktur dan logistik Rp386 miliar naik 294 persen, dan teknologi informasi Rp49 miliar naik 75 persen. (*)



Author: J S