Setelah TMII, Ayo Setneg Benahi Senayan dan Kemayoran juga Dong
:
0
EmitenNews.com - Muhammad Said Didu mendorong pemerintah segera mengambilalih aset negara di kawasan Senayan, dan Kemayoran, Jakarta. Jadi, kata Manusia Merdeka itu, tidak cukup hanya menarik pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. Kementerian Sekretariat Negara perlu segera menangani aset-aset negara di dua kawasan yang dijamin lebih bernilai ekonomi tinggi itu, dibanding TMII.
“Kalau cuma TMII yang diambilalih, tidak terlalu istimewa. Kita tunggu gebrakan Sekretariat Negara selanjutnya dengan membenahi penguasaan aset negara di kawasan Senayan, dan Kemayoran,” kata Muhammad Said Didu.
Dalam wawancaranya dengan Hersubeno Arief seperti dikutip dari FNN, Sabtu (10/4/2021), Said Didu mengungkapkan, kalau pemerintah serius membenahi aset-aset negara, ada yang lebih bernilai ekonomi tinggi dibanding TMII. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN (2005-2010) yang membahasakan dirinya sebagai manusia merdeka itu, memastikan, pemerintah bakal dapat mengisi pundi-pundi negara dengan membenahi pengelolaan aset-aset negara di kawasan Senayan, dan Kemayoran.
Said Didu menunjuk, di kawasan Senayan saja, ada sejumlah hotel mewah, bahkan ada dua lokasinya tidak jauh dari DPR RI, juga pusat perbelanjaan, dan bangunan lainnya, yang berdiri di atas tanah negara, dan dalam penguasaan pihak swasta. Bahkan di kawasan Kemayoran, menurut pria kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, 2 Mei 1962 itu, lebih dahsyat lagi. Aset negara di wilayah bekas Bandara Kemayoran, misalnya, sangat besar nilai ekonomisnya dibanding Senayan, apalagi TMII.
“Kalau pertimbangannya setoran kepada negara dalam pengambilalihan pengelolaan TMII, sekalian saja benahi penguasaan kawasan Senayan, dan Kemayoran,” kata Komisaris Independen PTPN IV periode 2006-2008, Komisaris Utama PTPN IV pada 2008, dan Komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 2015 - 2018 itu.
Related News
The Fed Tahan Suku Bunga, Trump Gagal Ubah Lewat Orangnya
Energi Terganggu, ADB Pangkas Tajam Prospek Pertumbuhan Asia Pasifik
Sempat Terancam Diblokir, Wikimedia Akhirnya Patuhi Aturan Indonesia
Kurangi Impor LPG, Begini Kolaborasi MIND ID, Bukit Asam dan Pertamina
Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Mulianya Target Presiden
IHSG Menguat Seiring Aksi Bargain Hunting Investor, Cek Penjelasannya





