EmitenNews.com - PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO), melaporkan telah merealisasikan seluruh dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah I hingga akhir Desember 2025. Seluruh dana tersebut digunakan perseroan untuk pelunasan lebih awal atas sebagian utang bank.

Berdasarkan laporan resmi manajemen, SGRO memperoleh dana sebesar Rp200 miliar dari hasil penawaran umum, yang terdiri atas Obligasi senilai Rp75 miliar dan Sukuk Ijarah sebesar Rp125 miliar. Efek tersebut telah dinyatakan efektif pada 4 Juli 2025.

Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp5 miliar, perseroan mengantongi dana bersih Rp195 miliar. Dalam realisasinya, SGRO menggunakan 100% dana bersih tersebut untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok utang bank.

Secara rinci, dana hasil obligasi dialokasikan sebesar Rp72,89 miliar, sementara dana dari sukuk ijarah mencapai Rp122,10 miliar untuk pelunasan utang. Penggunaan dana ini sesuai dengan rencana yang telah disampaikan perseroan sejak awal pelaksanaan penawaran umum.

Dengan terealisasinya seluruh penggunaan dana tersebut, manajemen menyampaikan bahwa saldo dana hasil penawaran umum saat ini telah nihil. Langkah pelunasan utang lebih awal ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan serta menurunkan beban keuangan perseroan ke depan.