IDXINDUST

 -0.26%

IDXINFRA

 0.29%

MNC36

 -0.48%

IDXCYCLIC

 -0.58%

IDXSMC-LIQ

 -0.32%

IDXHEALTH

 0.25%

IDXTRANS

 -0.65%

IDXENERGY

 -0.29%

IDXMESBUMN

 -0.18%

IDXQ30

 -0.14%

IDXFINANCE

 -0.84%

INFOBANK15

 -0.82%

I-GRADE

 -0.51%

COMPOSITE

 -0.67%

IDXTECHNO

 -1.03%

IDXV30

 -0.67%

ESGQKEHATI

 -0.39%

IDXNONCYC

 -0.20%

Investor33

 -0.59%

IDXSMC-COM

 -0.44%

IDXESGL

 -0.32%

IDXBASIC

 -1.61%

DBX

 -1.23%

IDX30

 -0.66%

IDXG30

 -1.30%

KOMPAS100

 -0.62%

ESGSKEHATI

 -0.41%

PEFINDO25

 -0.48%

MBX

 -0.54%

BISNIS-27

 -0.56%

ISSI

 -0.63%

IDXPROPERT

 -0.29%

LQ45

 -0.55%

IDXBUMN20

 -0.55%

IDXHIDIV20

 -0.42%

JII

 -0.61%

IDX80

 -0.57%

JII70

 -0.66%

SRI-KEHATI

 -0.34%

SMinfra18

 -0.10%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Siagakan Capex Rp 385 Miliar, Alkindo Naratama (ALDO) Siap Tingkatkan Kapasitas Produksi

24/01/2022, 09:45 WIB

Siagakan Capex Rp 385 Miliar, Alkindo Naratama (ALDO) Siap Tingkatkan Kapasitas Produksi

EmitenNews.com – PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menyiapkan belanja modal ( capital expenditure/capex ) pada 2022 sebesar Rp385 miliar yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi usaha kertas coklat atau Brown Eco Manufacturer (ECO) dengan memasang paper machine 2 (PM 2).


Direktur Utama Alkindo Naratama Herwanto Sutanto mengatakan bahwa total capex yang disiapkan perseroan untuk pemasangan PM 2 pada 2022 sebesar Rp 385 miliar yang terbagi dalam dua tahun yakni 2021 dan 2022.


"Sekarang kita prosesnya masih memakai pinjaman bank. Tapi, kita harapkan sebagiannya dalam bentuk green loan . Apakah nanti bisa dalam bentuk bond ? Kita masih melihat untuk me- review lebih lanjut. Paper m achine kedua ini kita harapkan bisa di- commissioning pada Mei 2022," jelas Herwanto, Jumat (21/1).


Herwanto memperkirakan, penambahan kapasitas produksi ini bakal tuntas pada awal November 2022. Pasalnya, proses pemasangan PM 2 sudah mulai dilaksanakan sejak 2021 dan instalasi PM 2 untuk industri yang berskala besar biasanya akan memakan waktu sekitar satu setengah tahun.


"Proses terus berkelanjutan selama 24 jam dalam seminggu. Pemasangan mesin juga dilakukan berbarengan dengan sipil. Berbeda dengan industri lain yang umumnya sipil disiapkan ketika semuanya sudah jadi, lalu mesin datang. Sedangkan industri kertas tidak. Sipil akan datang terus. Total yang datang sekitar 200-an kontainer dengan 10 kloter," terangnya.


Lebih jauh, ke depan perseroan juga berencana mengintegrasikan bisnisnya dengan beberapa e-commerce di Indonesia. Namun begitu, Herwanto belum bisa mengungkap secara rinci lantaran saat ini masih proses koleksi, seleksi, dan resepsi. Yang jelas, beberapa e-commerce sudah melihat ALDO sebagai perusahaan yang dapat memberikan solusi untuk industri packaging.


Sebab dalam hal ini, ALDO berperan bukan sebagai produsen kertas melainkan emiten yang bergerak di industri packaging yang fokus pada Fast Moving Consumer Good ( FMCG ) dan e-commerce .


"Kita hadir memberikan solusi. Kita tahu, e-commerce marketplace merupakan big business atau sistem bisnis baru yang futuristik. Tapi, kita juga tahu di situ ada masalah seperti lingkungan. Karenanya, kita hadir untuk memberikan solusi agar masalah tersebut tidak menjadi masalah serius," ucap Herwanto.


Selain itu, dalam prosesnya Alkindo juga bukan hanya menawarkan produk-produk yang secara teknikal memiliki kualitas bagus, tetapi juga secara pembiayaan terjangkau. Dengan demikian, pergeseran usaha di industri packaging ini sangat cepat. Apalagi, perseroan juga ingin melakukan produksi dengan cara yang ramah lingkungan.


"Industri yang kita kerjakan ini industri mengolah sampah. Jadi kita bukan memproduksi kertas tapi mengolah sampah dari produk-produk yang tadinya tidak ada nilai tambah menjadi produk yang memiliki nilai tambah," ujar Herwanto.


Author: Rizki