Sistem Keamanan Berlapis, IPOT Tidak Tembus Phishing
:
0
Aplikasi IPOT. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Industri jasa keuangan, dan pasar modal Indonesia menghadapi peningkatan signifikan kasus kejahatan siber, khususnya phishing, social engineering, dan situs palsu. Akibatnya, menyebabkan kerugian finansial nasabah, dan investor. Dalam berbagai kasus itu, pelaku kejahatan berhasil memperoleh authentication credentials nasabah: username, password, PIN, bahkan OTP, tanpa disadari korban.
Puluhan miliar dana investor hilang karena peretasan akun, dan phishing. Menyisakan kepanikan publik, dan pertanyaan kritis mengenai lemahnya standar keamanan yang diterapkan pelaku industri. Banyak yang tidak menyadari penyebab utama kerentanan penggunaan email-OTP, sebuah metode autentikasi yang mudah diakses dari berbagai perangkat, rentan diretas, dan menjadi sasaran utama phishing.
Karena alasan inilah bank-bank besar Indonesia mengadopsi sistem keamanan dengan SIM-OTP, bukan Email-OTP. IPOT mengajak seluruh investor untuk memahami perbedaan besar antara Email-OTP, dan SIM-OTP. Email-OTP, masih digunakan sebagian besar sekuritas lain di Indonesia rawan phishing, rentan pada password reuse, mudah diretas, dan tidak memiliki jejak audit telko.
Berbeda dengan itu, SIM-OTP memiliki jejak audit dari operator seluler, tidak dapat di-forward, tidak dapat dicari di inbox, dan memaksa verifikasi fisik. Oleh karena itu, bank-bank besar Indonesia menggunakan sistem keamanan SIM-OTP, karena OTP berbasis SIM card memaksa autentikasi fisik yang jauh lebih sulit ditembus.
Moleonoto, CEO Indo Premier Sekuritas, menyebut keamanan digital merupakan komponen utama stabilitas pasar modal. “Dalam kondisi penetrasi digital makin tinggi, keamanan harus bergerak dari autentikasi berbasis email menuju autentikasi fisik, dan device-based. Sistem IPOT dirancang untuk tetap aman bahkan ketika kredensial pengguna bocor. Kami siap mendukung regulator dalam menetapkan standar keamanan baru bagi seluruh pelaku industri,” tegasnya.
Menanggapi kondisi itu, Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan komitmen untuk melindungi aset investor dengan menerapkan sistem keamanan terpadu tiga lapis dirancang untuk tetap melindungi akun nasabah bahkan ketika kredensial autentikasi bocor. Sistem tersebut terdiri dari SIM-OTP sebagai autentikasi dua faktor (2FA), ASDI (App-Scoped Device Identifier) untuk registrasi perangkat, dan add device approval sebagai kontrol eksplisit penambahan perangkat.
Ketiga mekanisme itu, dirancang saling melengkapi, dan membentuk standar keamanan setara, bahkan lebih ketat, dibanding perbankan Indonesia. Dengan arsitektur keamanan itu, sekalipun password nasabah dicuri atau bocor, akun IPOT tetap aman tidak dapat ditembus dan dibuka pihak lain. Soal keamanan aset nasabah, tidak ada kompromi bagi IPOT.
SIM-OTP: Standar Emas Keamanan Perbankan Indonesia. IPOT secara konsisten menerapkan SIM-OTP (SMS One Time Password berbasis SIM card) sebagai bentuk autentikasi dua faktor, sejalan dengan praktik perbankan di Indonesia yang telah lama meninggalkan Email-OTP.
SIM-OTP diakui sebagai gold standard karena: mengandalkan kepemilikan fisik SIM card, berjalan pada jaringan operator seluler yang teregulasi, memiliki jejak audit telko, dan tidak dapat di-forward, di-search, maupun diakses ulang lewat email atau cloud. ASDI: Identitas Unik Perangkat untuk Setiap Aplikasi. IPOT juga menerapkan ASDI (App-Scoped Device Identifier), yaitu mekanisme pembuatan identitas unik untuk setiap kombinasi aplikasi dan perangkat.
Melalui ASDI, setiap akun IPOT hanya dapat diakses dari perangkat yang telah terdaftar, upaya login dari perangkat lain akan langsung ditolak, identitas perangkat tidak dapat digandakan atau dipindahkan seluruh nasabah IPOT yang ada saat ini telah melalui proses registrasi perangkat menggunakan ASDI dengan validasi akhir melalui SIM-OTP.
Related News
15 Calon Emiten Mengantre IPO, 11 Beraset Jumbo
Fitch Afirmasi Peringkat KPEI di Level Tertinggi AAA(idn)
Saham Terus Melonjak, Kini Berakhir Digembok BEI
Kabar Gembira Dari Purbaya, Pemerintah Siapkan Insentif Investor Ritel
Sudah Dua Yang Masuk, OJK Umumkan Paket Calon Direksi BEI Pada 4 Mei
OJK Ungkap Hasil Pertemuan dengan MSCI, Apa Saja?





