EmitenNews.com—Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Samsul Hidayat mengapresiasi kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meluncurkan Papan Ekonomi Baru namun berharap ke depannya bursa dapat memberikan perbedaan khusus terutama dalam mekanisme perdagangan untuk papan pencatatan baru tersebut.

 

"Sepertinya bursa belum memberikan perbedaan khusus atas mekanisme trading untuk papan ini. Sebaiknya ada perbedaan juga antara papan utama dengan papan new economy dari sisi mekanisme perdagangan atau dari hal-hal lain," ujar Samsul dalam keterangan di Jakarta, Selasa (13/12).

 

Sebagai upaya perlindungan investor dan keterbukaan informasi dengan pengelompokan saham dengan kondisi tertentu, BEI telah meluncurkan papan pencatatan baru yang setara Papan Utama, yaitu Papan Ekonomi Baru atau New Economy.

 

Samsul menilai Papan Ekonomi Baru merupakan upaya bursa untuk mendiversifikasi atau memasukkan perusahaan dengan kondisi khusus dalam satu papan pencatatan.


"Sehingga, investor dari awal sudah menyadari bahwa perusahaan yang masuk dalam kategori new economy adalah perusahaan dengan ciri yang bertumbuh cepat dan dominan berbasis teknologi," kata Samsul.

 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro mengatakan, dengan hadirnya Papan Ekonomi Baru, perusahaan-perusahaan dari sektor new economy bisa dikelompokkan ke dalam papan tersendiri.