Solusi Bangun (SMCB) Blak-blakan Soal Free Float
:
0
Ilustrasi mobil angkut milik Solusi Bangun Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) menyampaikan rencana tahapan strategis untuk memenuhi ketentuan free float sesuai peraturan Bursa Efek Indonesia.
Imbas dari sanksi suspensi atau penghentian sementara perdagangan efek sehubungan dengan belum terpenuhinya ketentuan kepemilikan saham publik (free float) per 31 Januari 2025.
Untuk mengatasi hal tersebut, Perseroan bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) saat ini tengah mengkaji beberapa alternatif aksi korporasi.
Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain adalah mencari mitra strategis yang akan menjadi pemegang saham Perseroan dengan porsi kepemilikan di bawah 5%, serta menerbitkan saham baru melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Alternatif lainnya adalah pelaksanaan dividen in spacie, di mana SIG akan membagikan dividen dalam bentuk saham Perseroan kepada para pemegang saham SIG, dengan jumlah minimum setara kekurangan untuk mencapai target tingkat free float sebesar 7,5%. Selain itu, Perseroan juga mempertimbangkan opsi lain melalui koordinasi bersama Kementerian BUMN, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dan Holding Operasional.
Dalam keterangannya, Legal & Compliance Group Head sekaligus Sekretaris Perusahaan, Andika Lukmana pada Jumat (4/7) mengungkapkan bahwa pelaksanaan rencana akan dilakukan dalam dua fase waktu:
Semester II Tahun 2025: Penyusunan dan finalisasi kajian menyeluruh bersama PT BPI Danantara dan Holding Operasional;
Semester I Tahun 2026: Implementasi opsi yang dipilih untuk pemenuhan ketentuan free float.
Saat ini, dampak langsung dari fakta material tersebut adalah penghentian sementara perdagangan saham Perseroan di pasar reguler dan pasar tunai Bursa Efek Indonesia.
Hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Related News
PTRO Suntik Entitas Tambang Papua Nugini Rp256M via Convertible Note
Innovation Center, Sinergi KIJA dan China Silk Road Perkuat Investasi
SMBC Siap Tebar Dividen Rp101 Miliar, Setara 20 Persen Laba 2025
Punya Layanan Integrated Autosolution, IPCC Kejar Ekspansi Luar Negeri
Pengendali Jual, Asing Serok Saham SKRN, Harga Hari Ini Melorot
Melesat 27 Persen, DMAS Raup Pra-Penjualan Rp561M di Q1 2026





