Studi LPEM UI, Industri Kripto Berpotensi Buka 1,22 Juta Peluang Kerja
:
0
Ilustrasi aset kripto. Dok. Direktorat Jenderal Pajak.
EmitenNews.com - Industri kripto memiliki potensi untuk membuka 1,22 juta kesempatan kerja baru di sektor digital nasional. Bagusnya lagi. Selain menciptakan peluang kerja baru, industri ini juga berpotensi meningkatkan kontribusi hingga Rp189,46 triliun-Rp260,36 triliun (0,86 persen-1,18 persen) terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Demikian studi terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Rabu (15/10/2025).
Dalam keterangan bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) di Jakarta, Rabu, Peneliti LPEM FEB UI Prani Sastiono menjelaskan bahwa penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi ini akan terwujud apabila pendapatan dari aktivitas perdagangan kripto dialirkan kembali ke sektor riil. Terutama melalui konsumsi dan investasi domestik.
"Dampak terhadap perputaran ekonomi nyata akan muncul apabila dana hasil perdagangan aset kripto digunakan di dalam negeri untuk kegiatan produktif," ujar Prani Sastiono.
Studi LPEM FEB UI itu juga memperkirakan bahwa perdagangan aset kripto telah memberikan kontribusi sebesar Rp70,04 triliun atau 0,32 persen terhadap PDB nasional, serta menciptakan lebih dari 333 ribu lapangan kerja pada tahun 2024.
Dengan fakta-fakta seperti itu, LPEM UI merekomendasikan langkah kebijakan utama untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan.
Pertama, memperkuat pengawasan terhadap platform ilegal melalui kolaborasi antarotoritas; dan meningkatkan literasi keuangan digital dan perlindungan data pengguna.
Kemudian, mempercepat diversifikasi produk seperti tokenisasi proyek domestik dan stablecoin beragunan jelas; meninjau kembali kebijakan pajak agar seimbang antara penerimaan negara dan daya saing industri legal.
Selain itu, juga memperbarui aturan periklanan agar platform berizin dapat beriklan di media sosial dengan tetap menjaga edukasi dan transparansi publik.
Indonesia menempati posisi ketiga dunia dalam adopsi kripto
Related News
Tekad Sudah Bulat, Bahlil Ungkap Tantangan Wujudkan Substitusi LPG
Realisasi Investasi DIY Rp2,01 Triliun, Ditopang Sleman dan Yogyakarta
Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara, PLN Dukung Target NZE 2060
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?
Perang Bawa Harga Urea Melonjak, Ancam Inflasi Pangan





