EmitenNews.com - Indofood CBP (ICBP) menyudahi 2025 dengan tabulasi laba bersih Rp9,22 triliun. Melejit 30,22 persen dari periode sama tahun sebelumnya dengan koleksi Rp7,08 triliun. Menyusul hasil apik itu, laba per saham dasar emiten Grup Salim tersebut menjadi Rp791 dari sebelumnya Rp607. 

Penjualan bersih Rp74,85 triliun, mengalami peningkatan 3,11 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp72,59 triliun. Beban pokok penjualan Rp48,49 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir tahun 2024 sebesar Rp45,7 triliun. Laba kotor terkumpul Rp26,36 triliun, menyusut dari sebelumnya Rp26,89 triliun. 

Beban penjualan dan distribusi Rp7,89 triliun, bengkak dari Rp7,8 triliun. Beban umum dan administrasi Rp2,79 triliun, susut dari Rp2,9 triliun. Pendapatan operasi lain Rp1,32 triliun, meroket dari Rp485,34 miliar. Beban operasi lain Rp326,64 miliar, menciut dari Rp355,3 miliar. Laba usaha Rp16,65 triliun, naik dari Rp16,32 triliun. 

Pendapatan keuangan Rp808,75 miliar, turun dari Rp963,12 miliar. Beban keuangan Rp3,86 triliun, susut dari Rp4,25 triliun. Pajak final atas penghasilan bunga Rp114,9 miliar, menciut dari Rp139,16 miliar. Bagian atas laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama, dan lainnya Rp236,33 miliar, meroket dari minus Rp1,39 triliun. 

Laba tahun berjalan Rp10,75 triliun, melonjak dari Rp8,81 triliun. Total ekuitas Rp73,68 triliun, melesat dari Rp67,04 triliun. Jumlah liabilitas Rp61,86 triliun, membengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp58,99 triliun. Total aset Rp135,54 triliun, melompat signifikan dari akhir 2024 senilai Rp126,04 triliun. 

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood CBP menyebut meski menghadapi situasi makroekonomi penuh tantangan, Indofood CBP sukses membuktikan ketangguhan kinerja keuangan sepanjang 2025. ”Kami akan terus memperkuat relevansi produk melalui inovasi berorientasi pada kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar Indonesia, luar negeri, dan mendongkrak keunggulan operasional,” tegasnya. (*)