EmitenNews.com - DCI Indonesia (DCII) sepanjang 2023 mencatat laba bersih Rp514,23 miliar. Menanjak 39 persen dari episode sama tahun sebelumnya hanya Rp367,84 miliar. Nah, menyusul hasil cemerlang itu, laba per saham dasar melejit menjadi Rp216 dari tahun sebelumnya Rp154. 

Lompatan laba itu berkat dukungan pendapatan Rp1,30 triliun, surplus 25 persen dari posisi sama 2022 senilai Rp1,04 triliun. Beban pokok pendapatan Rp534,23 miliar, bengkak dari fase sama tahun sebelumnya Rp444,38 miliar. Laba kotor terkumpul Rp771,61 miliar, melejit dari akhir tahun sebelumnya Rp599,57 miliar. 

Beban pemasaran Rp5,26 miliar, bengkak dari Rp2,03 miliar. Beban umum dan administrasi Rp82,47 miliar, bengkak dari Rp69,84 miliar. Pendapatan lain Rp1,23 miliar, melejit dari hanya Rp516 juta. Beban lain Rp1,09 miliar susut dari Rp1,43 miliar. Laba usaha terkumpul Rp684,01 miliar, melesat dari Rp526,78 miliar. 

Pendapatan keuangan bersih Rp7,28 miliar, tumbuh dari Rp2,43 miliar. Beban keuangan Rp99,20 miliar, bengkak dari Rp83,48 miliar. Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan Rp592,09 miliar, melesat dari Rp445,73 miliar. Beban pajak final Rp806 juta, bengkak dari Rp683 juta. Laba sebelum pajak penghasilan Rp591,28 miliar naik dari Rp445,05 miliar. 

Laba tahun berjalan Rp514,48 miliar, menanjak dari Rp367,84 miliar. Total ekuitas Rp2,20 triliun, naik dari akhir 2022 senilai Rp1,58 triliun. Total liabilitas Rp1,46 triliun, susut dari akhir tahun sebelumnya sebesar Rp1,63 triliun. Jumlah aset Rp3,67 triliun, menanjak dari akhir 2022 senilai Rp3,21 triliun. (*)