EmitenNews.com - PT Bank Maybank Indonesia (BNII) memprediksi kredit perbankan tumbuh tahun depan. Itu seiring aktivitas, dan mobilitas masyarakat Indonesia. Apalagi, pandemi Covid-19 sudah melandai.


”Kami berharap pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak terlalu ketat untuk mendukung aktivitas, dan mobilitas masyarakat,” tutur Taswin Zakaria, Direktur Utama Maybank Indonesia, di Jakarta, Selasa (23/11).


Kredit perbankan diprediksi tumbuh 6 persen. Perseroan berharap sesuai, dan melampaui proyeksi tingkat pertumbuhan kredit perbankan tersebut. Per kuartal III-2021, kredit perseroan turun 9,7 persen menjadi Rp98,79 triliun. Itu tersebab penurunan kredit segmen global banking 6 persen, dan kredit Community Financial Services (CFS) 11,5 persen. Lalu, kredit CFS Non-Ritel turun 17 persen, dan kredit CFS Ritel anjlok 5,5 persen.


Sepanjang pandemi kredit korporasi stabil, dan menunjukkan peningkatan berarti. Selanjutnya, peluang segmen korporasi terutama korporasi besar, dan semua lini. ”Kami akan fokus ke seluruh segmen. Kami punya empat segmen, korporasi besar, menengah SME, dan UMKM, ritel,” jelasnya.


Perusahaan mendorong seluruh segmen tumbuh, karena memang sudah menjadi ketetapan sebagai bank. Peluang segmen kredit korporasi itu, seiring sejumlah faktor. Mulai pelonggaran PPKM, aktivitas masyarakat sudah membaik, dan konsumsi meningkat. Pertumbuhan mulai positif sektor ritel, pembayaran kendaraan meningkat pesat tahun ini. ”Tahun depan sektor ritel akan makin baik, sektor korporasi menengah komersial, dan SME plus,” tukasnya. (*)