Tangkap Gembong Narkoba Escobar Indonesia, Polri Perluas Perburuan Sampai ke Thailand
:
0
Fredy Pratama masuk daftar DPO. dok. Bareskrim Polri. Liputan6.
EmitenNews.com - Polri mengerahkan segala daya dan upaya untuk meringkus gembong narkoba terbesar Indonesia, Fredy Pratama. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memperluas operasi perburuan hingga ke Thailand, untuk menangkap bos narkoba berjuluk Escobar from Indonesia itu. Sejauh ini, Polri sudah menangkap ratusan kaki tangan pria dengan sejumlah nama alias –seperti Miming, Cassanova– itu, di berbagai lokasi di Indonesia.
Kepada pers, seperti dikutip Jumat (15/9/2023), Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Komisaris Besar Jayadi mengatakan pihaknya terus bekerja sama dengan kepolisian luar negeri melalui Interpol untuk mencari Fredy ‘Escobar’ Pratama. Polisi menduga gembong barang terlarang itu, berada di Thailand.
Menurut Kombes Jayadi, prioritas pertama pengejaran Fredy Pratama ke Thailand, berikutnya negara-negara tetangga. “Dugaan sementara di sekitar Thailand. Tetapi juga kita tidak fokus wilayah itu, negara lain juga akan terus komunikasi.”
Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada, menyatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengungkap jaringan yang dikendalikan Fredy Pratama tersebut sejak 2020.
Tim khusus pemburu Fredy Pratama tersebut tidak hanya terdiri atas penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, tetapi juga dari petugas polisi dari berbagai wilayah di mana Escobar Indonesia itu,memiliki jaringan. Antara lain, Polda Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Polda Metro Jaya, Lampung, dan Bali.
Related News
May Day 2026, Begini Kejutan Lain dari Prabowo Untuk Pengemudi Ojol
Pemerintah Batasi Outsourcing Hanya 6 Bidang, di Luar Itu Terlarang
May Day di DPR Senayan, Cek Lima Tuntutan Aksi Massa Buruh GEBRAK
Bunga Kredit Himbara 5 Persen, Demikian Titah Presiden Untuk Rakyat
Aplikator Wajib Manut, Porsi Pendapatan Ojol Minimal 92 Persen!
Progres 59 Persen, Bendungan Bagong PTPP Didorong Rampung Lebih Cepat





