Tegaskan Peringkat WIKA idSD, Ini Alasan Pefindo
Bandar Udara Banggai Laut, garapan perseroan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat Wijaya Karya (WIKA) idSD. Lalu, Pefindo juga menegaskan peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II/2022 seri dengan idD(sy). Itu karena perseroan belum mendapat persetujuan pemegang sukuk untuk memperpanjang jatuh tempo pokok pada 18 Februari 2025.
Selain itu, Pefindo juga menegaskan peringkat obligasi berkelanjutan I,II, dan III dengan idCCC. Kemudian, sukuk mudharabah berkelanjutan I, sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap I, dan tahap II seri B dan C, dan sukuk mudharabah berkelanjutan III dengan idCCC(sy).
Peringkat itu, mencerminkan keberadaan Wijaya Karya yang mapan di industri konstruksi nasional. Peringkat dibatasi profil keuangan, likuiditas lemah, risiko ekspansi sebelumnya, dan lingkungan bisnis bergejolak. Pefindo bisa meninjau kembali peringkat itu, kalau Wijaya Karya mampu menuntaskan kewajiban pembayaran pokok sukuk yang sudah jatuh tempo.
Wijaya Karya berdiri pada edisi 1961. Wijaya Karya merupakan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi di Indonesia. Perusahaan mencakup segmen investasi, realti & properti, infrastruktur & gedung, energi & industrial plant, dan industri.
Per 31 Maret 2025, pemegang saham Wijaya Karya terdiri dari dua entitas. Yaitu, pemerintah indonesia dengan porsi kepemilikan mayoritas sebesar 91,02 persen. Lalu, masyarakat alias publik mengempit saham perseroan tidak kurang dari 8,98 persen. (*)
Related News
JSI Sinergi Mas Resmi Kuasai LAPD, Gelar Tender Wajib Rp84,2 Miliar
Pendapatan Lampaui Tahun Sebelumnya, Laba KIJA Naik Dua Digit di 2025
Jadi Buruan Investor, Obligasi RMKE Oversubscribed 2,7 Kali
JPFA Raup Laba Rp4 Triliun Pada 2025, Melonjak 32,89 Persen!
Timur Tengah Bergejolak, Garuda Indonesia Tangguhkan Rute Doha
WIKA Lepas 49 Persen Saham Hotel Indonesia Group ke Entitas Afiliasi





