Tekan Emisi hingga 21 Persen, SIG Raih ESG Award 2026
:
0
Perwakilan perusahaan penerima ESG Award dari Yayasan KEHATI dalam Sector Capital Market untuk Kategori Listed Company di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).
EmitenNews.com - Inovasi semen rendah karbon dan konsistensi pengurangan emisi mengantarkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI. SIG dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui pengembangan produk bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.
Penghargaan tersebut diberikan kepada SIG yang masuk dalam Sector Capital Market, Kategori Listed Company. Trofi penghargaan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, kepada Pgs Group Head of Strategic Growth & ESG SIG, Muhammad Taqiyuddin, di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, penghargaan dari KEHATI semakin menegaskan bahwa penerapan ESG telah menjadi bagian dari strategi bisnis SIG, sekaligus mendorong Perusahaan menghadirkan solusi bahan bangunan dengan jejak karbon yang lebih rendah.
“Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari oleh kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan Perusahaan di masa depan. Diraihnya ESG Award 2026 menunjukkan bahwa penerapan ESG di SIG berjalan dengan baik,” kata Vita.
Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pengembangan semen hijau, yang diproduksi melalui penggunaan material dan proses yang lebih ramah lingkungan. Didukung riset dan pengembangan berkelanjutan, produk-produk semen hijau SIG memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional, dengan tetap memenuhi standar kualitas sesuai peruntukannya.
Perseroan juga mempercepat dekarbonisasi proses produksi melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif SIG meningkat 24% menjadi 681 ribu ton. Penggunaan tersebut setara dengan mengurangi konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton dan mendorong thermal substitution rate (TSR) mencapai 9,77%.
Di sisi energi, SIG terus memperluas penggunaan sumber energi yang lebih bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai unit operasional serta pemanfaatan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) yang mengonversi panas buang dari proses produksi menjadi listrik.
Berbagai upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1 sebesar 21% dibandingkan baseline 2010, serta penurunan emisi Scope 2 sebesar 15% dibandingkan baseline 2019.
“Untuk memastikan penerapan ESG berjalan secara konsisten, SIG memiliki Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan. Penerapannya juga dikawal melalui Komite Keberlanjutan yang memastikan aspek keberlanjutan terintegrasi dalam pengelolaan bisnis Perusahaan,” ujar Vita Mahreyni.
Konsistensi tersebut turut tercermin dalam penilaian lembaga eksternal. SIG meraih ESG Rating 2025 dengan predikat Medium Risk dan skor 25 dari Sustainalytics, yang mencerminkan kemampuan Perusahaan dalam mengelola potensi risiko dan dampak ESG dari kegiatan operasionalnya.
Related News
Rupiah Tak Layak Edar Disulap Jadi Listrik hingga Pupuk
Dari Sampah ke Keanekaragaman Hayati, Ini Gebrakan MSIG Indonesia
Pakai Bright Gas? Nih, Ada Diskon Hingga Rp8.100
Jejak Dharmo Budiono dari Membangun Infrastruktur ke Kesehatan
Awas Serangan Siber Baru: Data Dicuri Hari Ini Dibuka Nanti
InJourney Hadirkan Ragam Aktivasi Kemerdekaan di Destinasi Nusantara





