Temuan Uang Palsu Makin Turun, Ternyata ini Penyebabnya
:
0
Acara pemusnahan kertas uang Rupiah palsu di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).(Foto: BI)
EmitenNews.com - Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah temuan uang palsu menunjukkan tren yang semakin menurun. Pada 2023 ditemukan sebanyak 5 ppm (piece per million) atau 5 lembar uang palsu dalam setiap 1 juta uang beredar, pada 2024-2025 turun menjadi 4 ppm.
Yang menjadikan penasaran, apa penyebab penurunan tren uang aplsu ini. Karena perubahan pola transaksi yang lebih banyak menggunakan uang elektronik kah, atau karena sebab lain?
Ternyata menurut Bank Indonesia makin turunnya kasus uang palsu ini seiring dengan penguatan kualitas uang Rupiah, baik bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman yang semakin modern, sehingga semakin mudah dikenali dan sulit dipalsukan.
Kualitas Uang Rupiah
Peningkatan kualitas uang Rupiah juga telah diakui dunia, tecermin dalam penghargaan Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 sebagai Seri Uang Terbaik (Best New Banknote Series) pada IACA Currency Awards 2023 dan penghargaan untuk Uang Rupiah kertas pecahan Rp50.000 TE 2022 pada November 2024 yang meraih peringkat ke-2 dunia untuk pecahan yang paling aman dan yang paling sulit dipalsukan di dunia (World's Most Secure Currencies) dengan 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengungkapkan atas uang Rupiah yang diragukan keasliannya berdasarkan pemeriksaan oleh tenaga ahli ataupun uji laboratorium. "Berdasarkan penelitian Bank Indonesia terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah dan dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," ungkapnya pada acara pemusnahan kertas uang Rupiah palsu di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).
Hadir pada kesempatan ini Pimpinan Badan Reserse Kriminal Polri dan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), Kejaksaan Agung RI, Bea Cukai, Pengadilan Negeri, Polda, serta Kejaksaan Tinggi Negeri.
Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan tersebut berjumlah 466.535 lembar, yang berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional selama periode 2017 hingga November 2025.
Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI yang diwakili Wakabareskrim, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menegaskan bahwa peredaran uang palsu dapat mengganggu stabilitas perekonomian dan menurunkan kepercayaan publik terhadap Rupiah.
“Oleh karena itu, sinergi antara Kepolisian, BI, Botasupal serta seluruh unsur terkait sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganannya," ujar Nunung.
Related News
Paradise Indonesia JWC 2026 Berakhir, Ini Deretan Pemenangnya
IHSG Anjlok Nyaris 2 Persen, Emiten Prajogo Dominasi Top Losers
IHSG Siang (13/5) Menjunam 1,81 Persen, Saham Eks MSCI Jadi Beban
Tampung Aspirasi Pelaku Usaha, Penyesuaian Tarif PNBP Mineral Ditunda
Koreksi Rupiah Sudutkan IHSG
Analisis Dampak MSCI, IHSG Berpotensi Rebound Usai Sentuh Level Ini





