Tepis Dugaan Monopoli, Simak Penjelasan Catur (CSAP) dan Caturkarda (DEPO)
:
0
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengendus praktik monopoli bisnis Catur Sentosa Adiprana (CSAP), dan Caturkarda Depo Bangunan (DEPO). Maklum, duet usaha di bawah pemegang saham pengendali Budyanto Totong tersebut menyasar pangsa pasar serupa.
Tidak disangkal, Budyanto Totong menjabat direktur utama CSAP, dan komisaris DEPO. Hanya, Totong sebagai komisaris DEPO, tidak bertindak sebagai pengurus aktif sehubungan dengan operasional, dan finansial DEPO. Seluruh kegiatan operasional, dan finansial menjadi wewenang, dan tanggung jawab direksi DEPO.
Berdasar data per Desember 2020, segmen bisnis Catur Sentosa sebagai distribusi bahan bangunan, consumer goods, kimia, dan ritel modern bahan bangunan & home improvement, dan furniture. Segmen distribusi berkontribusi 65 persen meliputi bahan bangunan 42 persen, Consumer goods 21 persen, dan kimia 2 persen. Segmen ritel modern menyumbang 35 persen terdiri dari Mitra10 33 persen, dan Atria 2 persen.
Konsumsi keramik indonesia 357 juta meter persegi (m2), sedang penjualan keramik CSAP 66 juta m2 atau hanya 18,69 persen konsumsi keramik nasional. Lalu, penjualan Cat Indonesia mencapai 1,1 juta metrik ton (MT). Sedang penjualan CSAP hanya 22.792 MT atau baru 2,07 persen total konsumsi cat nasional.
”Jadi, CSAP tidak menjalankan praktik monopoli, dan persaingan usaha tidak sehat. Alasannya, volume penjualan kategori produk terbesar CSAP yaitu keramik, dan cat melalui segmen distribusi, dan ritel modern secara keseluruhan tidak besar dibanding seluruh konsumsi nasional,” tepis Idrus Widjajakusuma, Corporate Secretary CSAP, seperti dilansir BEI, Jumat (10/12).
Di sisi lain, PT Catur Mitra Sejati Sentosa (CMSS) sebagai pemegang merek Mitra10 merupakan segmen ritel modern dengan kontribusi penjualan 33 persen dari total penjualan per 31 Desember 2021. Pasar Mitra10 dengan Depo Bangunan milik Caturkarda tidak berbeda alias sama. Keduanya menggarap pangsa pasar sama untuk kebutuhan bahan bangunan dengan cara atau konsep bisnis berbeda.
Target market Mitra10 menyasar para pemilik rumah (home owner), sedang DEPO menarget para kontraktor bangunan. Kini, Mitra10 memiliki 42 gerai dengan konsep ritel modern, dan DEPO memiliki 10 gerai mengusung konsep ritel bergaya gudang alias warehouse.
Pemegang saham Catur Mitra Sejati yaitu Catur Sentosa Adiprana 99,9 persen, dan Eny Sukamto 0,1 persen. Dewan komisaris meliputi Komisaris Utama Tjia Tjhin Hwa, dan komisaris Ene Sukamto. Lalu, direksi terdiri dari Direktur Utama Andy Totong, dan direktur Indra Gunawan.
Soal posisi Budyanto Totong sebagai pemegang saham pengedali Catur Sentosa Adiprana, dan Caturkarda Depo Bangunan melalui skema berikut. Pemegang saham pengendali Catur Sentosa Adiprana terdiri dari PT Buanatata Adisentosa 32,009 persen, dan Budyanto Totong 5,789 persen. Lalu, pemegang saham Caturkarda Depo Bangunan meliputi Tancorp Surya Sukses 28,31 persen, Buanatata Adisena 28,31 perseb, dan Kambiyanto Kettin 27,45 persen.
Kepemilikan Budyanto Totong melalui Buanatata Adisentosa, pribadi atau Direktur Utama pada CSAP sebagai pemegang saham pengendali, dan sepenuhnya mengendalikan secara langsung CSAP dalam strategi bisnis dan ekspansi, penentu kebijakan, operasional, dan finansial.
Related News
Emiten TP Rachmat (DRMA) Kantongi Penjualan Rp1,5T, Laba Naik Terbatas
Garap Sekolah Rakyat Aceh, PTPP Catat Progres Proyek Lampaui Target
Cari Pengendali Baru, PADI Kejar Efektivitas Rights Issue
ASSA Raup Pendapatan Rp1,53T, Laba Justru Melandai di Kuartal I-2026
ANTM Cetak Laba Rp3,4 Triliun, Naik 59,62 Persen di Kuartal I-2026
Female Oriented, MDIA Klaim Performa ANTV Kian Solid





