EmitenNews.com - Pemerintah mendorong BUMN merambah pasar internasional. The Sanur, sebagai bagian dari upaya Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri RI mengadakan pertemuan dengan 40 perwakilan pemerintah RI di luar negeri. Pertemuan secara hybrid ini bertujuan menjalin kolaborasi dalam mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali.

Dalam keterangan yang dikutip Rabu (28/8/2024), diketahui KEK Kesehatan Sanur, yang dikenal dengan nama The Sanur, merupakan kawasan ekonomi khusus kesehatan pertama di Indonesia. Kawasan ini menawarkan layanan kesehatan dan pariwisata dalam satu alur perjalanan end-to-end.

The Sanur memiliki fasilitas terintegrasi yang ke depannya akan diisi berbagai klinik dan rumah sakit internasional.

Dalam kawasan ini terdapat fasilitas akomodasi hotel dengan standar bintang 5 luxury dan convention centre terbesar di Bali untuk memperkuat ekosistem pariwisata melalui Meeting, Incentives, Conference and Exhibitions (MICE).

Dalam kesempatan ini, Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Dindin Wahyudin, dan Candra Negara selaku Diplomat Madya, Direktorat Perdagangan, Perindustrian, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Luar Negeri RI, melakukan kunjungan langsung ke The Sanur.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau fasilitas dan progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan pertama di Indonesia.

Termasuk Bali International Hospital, fasilitas medis internasional, ethnomedicinal botanic garden, serta infrastruktur dasar lainnya.

Dindin mengungkapkan, dengan berbagai fasilitas medis internasional yang ditawarkan, KEK Sanur diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai pusat kesehatan global yang kompetitif.

Selain itu, kehadiran KEK Sanur juga diharapkan dapat meningkatkan devisa negara melalui sektor pariwisata medis.

Direktur Utama PT Hotel Internasional Sanur Indonesia, Doddy Akhmadsyah, menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada 9 negara yang berkomitmen untuk membangun klinik dan fasilitas medis di KEK Sanur.