Tiga Penerbit Siap, OJK Kebut Finalisasi ETF Berbasis Emas di Q2-2026
:
0
Potret Hasan Fawzi dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Maret 2026, Senin (6/4/2026).
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengabarkan finalisasi peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas seiring meningkatnya minat dan popularitas investasi emas yang safe haven.
Setidaknya, diungkap OJK terdapat tiga calon penerbit atau underlying telah menyatakan kesiapan untuk menghadirkan instrumen tersebut ke pasar dalam waktu dekat.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Maret 2026, Senin (6/4/2026) mengungkapkan, saat ini regulator bersama para pemangku kepentingan tengah merampungkan berbagai aspek teknis dan infrastruktur pendukung ETF emas. Proses tersebut dilakukan secara paralel sejak aturan terkait resmi diterbitkan.
“Dari sisi industri kami telah menerima minat yang konkret setidaknya dari tiga calon penerbit yang saat ini melalui pengaturan yang ada dan guidance yang kami berikan. Masing-masing sedang mempersiapkan produknya secara paralel,” ujar Hasan.
Ia menjelaskan, kesiapan tidak hanya mencakup produk, tetapi juga sistem perdagangan, mekanisme kustodian, hingga pencatatan di bursa. Seluruhnya disusun agar ETF emas memiliki standar operasional setara praktik global, terutama dalam aspek transparansi harga dan likuiditas.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah penyesuaian teknis yang tengah difinalisasi, terutama terkait perlakuan perpajakan atas underlying emas dalam struktur ETF.
“Hal ini tentu penting untuk memastikan bahwa produk yang diluncurkan tidak hanya menarik dari sisi investasi, tetapi juga tetap efisien dan kompetitif secara struktural,” jelas Hasan.
Dengan progres yang ada, OJK menargetkan peluncuran ETF emas dapat terealisasi pada semester I 2026 atau sekitar kuartal II 2026. Adapun, dalam kesempatan sebelumnya, Hasan pada Kamis (2/4/2026) di gedung BEI sempat mengatakan bahwa ETF Emas akan terbit di akhir April 2026.
“Program ini sudah dalam tahap finalisasi dan direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada akhir bulan ini, insyaallah pada 27 April 2026,” imbuh Hasan.
Meski demikian, regulator mengatakan pendekatan kehati-hatian tetap menjadi prioritas agar kesiapan regulasi, infrastruktur, serta pemahaman investor benar-benar matang sebelum produk dirilis ke publik.
Related News
Pasar Gonjang-Ganjing, BEI Kosongkan Daftar Short Selling di November
BEI Tegaskan Perhitungan Indeks dan Market Cap Tetap Utuh
MSCI–SWF Singapura Mencuat di Balik Ancaman Downgrade RI, BEI Tanggapi
OJK Hukum 2 Raksasa Asing di Balik IPO BREN & CUAN, Denda Capai Rp600M
Sales dari 8 Perusahaan Sekuritas Terseret Kasus DSSA, Ini Sanksi OJK
OJK Sanksi Tegas 38 Pihak Terkait 11 Emiten, Denda Triliun Rupiah





