Tinggalkan MSCI, Ini Cara Elegan AMMN Dongkrak Loyalitas Karyawan
:
0
Aktivitas pengangkutan di area pertambangan Amman Mineral. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Amman Mineral Internasional (AMMN) bakal mengalihkan saham treasuri senilai Rp788,28 miliar setara USD48,43 juta. Saham hasil buyback sebanyak 105,8 juta helai itu, akan dialihkan melalui program kepemilikan saham karyawan, direksi, dan dewan komisaris (ESOP/MSOP). Durasi pengalihan saham treasuri dalam tempo 3 tahun.
Perseroan bermaksud untuk mengalihkan saham hasil pembelian kembali untuk pelaksanaan program ESOP/MSOP. Program ESOP/MSOP itu, merupakan program insentif berupa pemberian hak kepada karyawan dan/atau anggota direksi dan/atau dewan komisaris perseroan dan/atau anak usaha untuk memiliki saham perseroan.
Harga pelaksanaan saham program ESOP/MSOP perseroan akan ditetapkan dengan mengacu pada harga pasar saham perseroan pada saat pelaksanaan distribusi atas saham program ESOP/MSOP perseroan. Itu dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
AMMN tidak menerapkan lock-up bagi saham dari program ESOP/MSOP perseroan. Perseroan akan menerapkan vesting period sehubungan distribusi hak untuk memiliki saham perseroan dari program ESOP/MSOP perseroan dengan memperhatikan dan tunduk pada batas waktu pengalihan saham hasil pembelian kembali.
Aksi tersebut akan dilakukan setelah mendapat izin dari para investor. Restu pemodal akan diminta dalam rapat umum pemegang saham pada Selasa, 19 Mei 2026. Penggunaan saham treasuri untuk program ESOP/MSOP memungkinkan perseroan menjaga daya saing, dan daya tarik sebagai tempat bekerja, tanpa menimbulkan dilusi kepemilikan saham.
Keluar MSCI, Saham Terjun Bebas
Menyudahi perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, saham AMMN rontok 370 poin alias 9,09 persen menjadi Rp3.700 per lembar. Dengan demikian, secara year to date alias sejak awal tahun telah terpangkas 3.100 poin atau 45,59 persen dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp6.800.
Longsoran saham AMMN itu, menyusul rilis terbaru MSCI hasil evaluasi berkala alias Semi-Annual Index Review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5). Wakil pasar modal nasional tidak ada satu pun berhasil menembus MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, enam saham berkapitalisasi besar harus rela terdepak dari daftar konstituen utama tersebut.
Berdasar dokumen resmi MSCI Global Standard Indexes List of additions/deletions, enam emiten terlempar. Amman Mineral (AMMN), Barito Energy (BREN), Chandra Asri (TPIA), Dian Swastatika (DSSA), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Sumber Alfaria (AMRT). Selain itu, diduga kuat juga seiring rencana pemerintah merevisi tarif royaltie komoditas.
Ya, pada Jumat, 8 Mei 2026, Bahlil mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025. Pada revisi itu, muncul rencana penyesuaian tarif royalti komoditas emas, tembaga, perak, nikel, timah, kromium, produk ikutan nikel matte, konsentrat seng dan timbal, hingga komoditas besi dan kobalt.
Related News
Anak Usaha SMGR Suplai Beton Sekolah Rakyat di Empat Provinsi
WTON Suplai Material Proyek NPEA Pelindo, Kontrak Capai Rp153M
PPRO Lepas Hotel Prime Park Bandung Rp133M, Fokus Perkuat Bisnis Inti
GOTO Pastikan PHK Tokopedia Tak Berdampak Material ke Kinerja
Saham LUCY Terbebas dari HSC, Tapi Ambruk 10 Hari Beruntun
AADI Suntik Pinjaman USD100,8 Juta ke Kaltara Power Indonesia





