EmitenNews.com - Toyota Motor Corp mengumumkan Jumat (8/5/2026) penjualannya untuk tahun fiskal yang berakhir Maret naik 5,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 50,68 triliun yen atau setara dengan Rp5.630 triliun. Toyota menjadi perusahaan Jepang pertama di seluruh sektor yang mencatatkan penjualan tahunan lebih dari 50 triliun yen.

Meski mencatat rekor yang luar bisa, namun laba bersih Toyota tahun fiskal 2025 turun 19,2 persen menjadi 3,85 triliun yen sebagian karena tarif AS yang lebih tinggi. Sementara laba operasi turun 21,5 persen menjadi 3,77 triliun yen, kata produsen mobil tersebut.

Penjualan kendaraan Grup Toyota, seperti ditulis Kyodonews.com, Jumat (8/5/2026), termasuk anak perusahaannya Daihatsu Motor Co. dan Hino Motors Ltd., naik 2,5 persen menjadi 11,28 juta unit berkat permintaan yang kuat di pasar-pasar utama termasuk Jepang.

Laporan pendapatan terbaru dari produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan volume ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 27,5 persen pada mobil dari Jepang pada April tahun lalu, yang dinaikkan tajam dari 2,5 persen. Tarif tersebut kemudian dinegosiasikan turun menjadi 15 persen pada Juli dan secara resmi diterapkan pada September.

Untuk tahun fiskal berjalan hingga Maret mendatang, perusahaan memproyeksikan laba bersihnya akan turun 22,0 persen menjadi 3 triliun yen dan penjualan sedikit naik 0,6 persen menjadi 51 triliun yen.

Laba operasionalnya diperkirakan akan turun 20,3 persen menjadi 3 triliun yen. Grup produsen mobil tersebut memperkirakan penjualan global sebesar 11,18 juta kendaraan untuk tahun ini, turun 0,9 persen, katanya.

Hino bukan lagi anak perusahaan konsolidasi Toyota setelah merger dengan Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corp. pada bulan April.