EmitenNews.com— PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) membukukan laba bersih Rp177,5 miliar  pada tahun 2022, atau melonjak 247 persen dibanding tahun 2021 yang tercatat Rp51,892 miliar.

 

Hasil itu mendongkrak laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ke level Rp24,97 per lembar, sedangkan akhir tahun 2021 berada di level Rp7,3.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit emiten jasa keuangan milik  Garibaldi Thohir  yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Sabtu(4/3/2023).

 

Rinciaannya, total pendapatan usaha naik 52,7  persen menjadi Rp704,77 miliar yang di topang peningkatan pendapatan jasa kegiatan manajer investasi sebesar 24,6 persen menjadi Rp182,9 miliar. Senada, komisi perantara efek tumbuh 10 persen menjadi Rp143,34 miliar.

 

Bahkan jasa penjamin emisi efek melonjak 248 persen menjadi Rp108,43 miliar. Demikian juga dengan keuntungan dari efek naik 163 persen menjadi Rp153,36 miliar. Sedangkan pendapatan dividen dan bunga tumbuh 1,3 persen menjadi Rp84,396 miliar.

 

Walau beban usaha bengkak 28 persen menjadi Rp448,07 miliar. Tapi laba usaha tetap naik 130,6 persen menjadi Rp256,7 miliar.

 

Sementara itu, total kewajiban bertambah 7,3 persen menjadi Rp1,054  triliun. Pada sisi lain, jumlah ekuitas terkerek 20,2 persen menjadi Rp1,055 triliun.

 

Sayangnya, TRIM  harus menguras kas bersih untuk aktivitas operasi pada  tahun 2022 sedalam Rp36,626 miliar. Sedangkan tahun 2021 justru mencatat kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp167,97 miliar.

 

Salah satu pemicunya,  penerimaan dari piutang transaksi repo hanya Rp315,76 miliar. Sebaliknya, pemberian piutang repo mencapai Rp465,31 miliar.