Tuduhan 'Trade Remedies' Hambat Akses Ekspor Pelaku Usaha
:
0
Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, dalam webinar bertajuk
EmitenNews.com - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menilai produk ekspor RI kerap menjadi sasaran penyelidikan negara mitra dagang. Menurutnya, penyelidikan itu biasanya terkait tuduhan trade remedies terhadap eksportir.
Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor. Namun, ia menegaskan bahwa ekspor Indonesia tidak lepas dari tantangan dinamika global.
"Meskipun masih harus diinvestigasi atau dibuktikan, tuduhan trade remedies sudah menjadi penghambat akses pasar dan merugikan pelaku usaha," kata Tommy dilansir dari KBRN RRI.
Ia menambahkan, eksportir perlu memahami mekanisme trade remedies agar dapat menghadapi situasi tersebut. Karena itu, Kemendag dan perbankan berkolaborasi untuk meningkatkan pengetahuan para eksportir.
“Melalui acara ini, kami ingin memberikan wawasan kepada para eksportir agar memahami instrumen trade remedies. Dengan begitu, mereka mampu mengidentifikasi risiko hingga mengambil langkah strategis jika berhadapan dengan tudingan itu," kata Tommy.
Dalam webinar itu, ia juga menyampaikan tiga program prioritas Kemendag untuk mendukung pelaku usaha. Ketiga program tersebut adalah Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan UMKM BISA Ekspor.
Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag, Reza Pahlevi Chairul, menekankan pentingnya memahami strategi menghadapi tuduhan perdagangan internasional. Menurutnya, strategi itu mencakup instrumen antidumping, antisubsidi, dan safeguard.
"Dengan memahami cara menghadapi tuduhan trade remedies, hambatan perdagangan dapat ditangani dengan baik,” ujar Reza.
Sementara, Abiwodo selaku Department Head Divisi Institutional Banking 5 BNI, menjelaskan peran perbankan dalam mendampingi nasabah.
Ia menyebut, pendampingan tersebut penting agar eksportir mampu menghadapi tantangan perdagangan global. "BNI sebagai perbankan menjadi pendamping sekaligus penghubung informasi untuk pelaku ekspor,” kata Abiwodo.
Kemendag menyebut sinergi dengan BNI bertujuan memperkuat strategi Indonesia dalam mengamankan ekspor dari tuduhan trade remedies. Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya saing produk Indonesia di pasar global.(*)
Related News
Utang Luar Negeri RI Naik, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal dan BBM
Kinerja Industri Pengolahan Kinclong, Intip Saham Sektor Berikut
Musim Panen, Kegiatan Usaha Pertanian Prospektif di Triwulan II
Agar Industri Petrokimia Makin Menarik, Investor Minta Ini
Harga Emas Antam Turun Rp20.000 ke Level Rp2.868.000 Per Gram
Bank Dunia, IMF, S&P Puji Kemampuan Indonesia Jaga Pertumbuhan





