TUGU Disebut Lebih Tangguh dari Pesaing, Ini Alasannya!
:
0
Gedung kantor Pusat TUGU.
EmitenNews.com - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) memiliki ekosistem asuransi yang lengkap dan terintegrasi. Sebagai perusahaan yang sahamnya dapat diperdagangkan oleh publik, model bisnis TUGU dinilai memiliki keunggulan dibandingkan dengan pesaingnya.
Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini memang fokus pada bisnis asuransi umum. Produk dan jasa yang ditawarkan beragam mulai dari asuransi properti dan kebakaran, energi, rangka kapal, pengangkutan, penerbangan, rekayasa, kendaraan bermotor dan masih banyak lagi.
Bahkan sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Mei 2018, Perseroan terus menggenjot segmen ritel yang juga mencakup berbagai produk seperti asuransi perjalanan. Namun bisnis TUGU tidak hanya bertumpu pada asuransi umum.
TUGU juga memiliki kerja sama strategis dengan salah satu pemegang sahamnya yaitu Samsung Fire and Marine Insurance Co., Ltd dalam bentuk usaha bersama atau yang lebih dikenal sebagai entitas asosiasi. TUGU memiliki 30% saham di PT Asuransi Samsung Tugu.
Selain itu, Perseroan memiliki anak usaha yang bergerak di bidang reasuransi. Anak usaha TUGU yang bergerak di bidang reasuransi adalah PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) dengan kepemilikan mayoritas sebesar 50,74%. Oleh sebab itu, kinerja keuangan Tugure juga dikonsolidasikan ke TUGU.
Di luar Tugure, TUGU menjadi pemegang saham minoritas di PT Reasuransi Maipark Indonesia dengan kepemilikan sebesar 14,83% melalui penyertaan langsung.
Di luar bisnis asuransi, TUGU memiliki anak usaha yang bergerak di bidang rental properti maupun kendaraan bermotor di bawah PT Pratama Mitra Sejati (PMS) serta usaha di bidang manajemen risiko, surveyor dan penilai melalui anak usaha bernama PT Synergy Risk Management Consultants (Synergy).
Menurut Ryan Santoso analis BCA Sekuritas, ekosistem bisnis yang dibangun oleh TUGU tergolong lengkap dan model bisnisnya komplementer antara satu dengan yang lainnya sehingga membuat Perseroan memiliki daya saing yang lebih kompetitif.
“TUGU punya model bisnis yang terdiversifikasi. Meskipun terdiversifikasi, unit bisnis yang dimiliki sebenarnya masih sangat sejalan dan tidak bersebrangan. Ini membuat model bisnisnya solid dan eksposur risikonya masih bisa dikelola dengan baik.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





