EmitenNews.com—PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba bersih Rp1,824 triliun pada tahun 2022,  atau tumbuh 2,01 persen dibanding tahun 2021 yang tercatat Rp1,788 triliun.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit emiten semen grup Salim itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Senin(27/3/2023).

 

Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar ke level Rp529,44 per lembar, sedangkan akhir tahun 2021 berada di level Rp486,79.

 

Jika dirunut, pendapatan bersih naik 10,5 persen  menjadi Rp16,328 triliun yang ditopang peningkatan penjualan semen kepada pihak ketiga sebesar 9,8 persen menjadi Rp14,758 triliun.  Senada, penjualan beton siap pakai kepada pihak ketiga terkerek 20,9 persen menjadi Rp1,293 triliun. Demikian juga dengan penjualan semen kepada pihak berelasi terangkat 14,4 persen menjadi Rp246,7 miliar.

 

Walau beban pokok pendapatan bengkak 15,9 persen menjadi Rp11,185 triliun. Tapi laba kotor tetap terungkit 0,33 persen menjadi Rp5,143 triliun.

 

Sementara itu, total kewajiban bertambah 11,3 persen menjadi Rp6,139 triliun. Pada sisi lain, jumlah ekuitas menyusut 5,3 persen menjadi Rp19,566 triliun.