EmitenNews.com - PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) membeli kembali obligasi sekitar USD400 juta. Itu dilakukan sebagai langkah pro aktif dalam mengelola surat utang akan jatuh tempo pada 2024. Waktu pelaksanaan mulai 28 November 2022 hingga 23 Desember 2022.


Perseroan telah menerbitkan surat utang senior USD1,35 miliar pada 16 Mei 2024 berdurasi 10 tahun tercatat di Bursa Efek Singapura. ”Saat ini, perseroan dalam tahap penawaran untuk pembelian kembali obligasi. Jadi, belum diketahui secara nilai dari aksi tersebut,” tulis Rachmat Hutama, Corporate Secretary Perusahaan Gas Negara.


Nah, untuk memuluskan buyback obligasi itu, PGN telah menunjuk Mandiri Securities Pte Ltd sebagai salah satu dealer manager dalam perjanjian manajer penjual seiring buyback obligasi akan dilakukan perseroan. 


Perseroan sebelumnya, meramal pipa blok Rokan berkontribusi pendapatan USD140 juta. Kontribusi itu seluruhnya dari transportasi minyak. Sepanjang tahun ini, pipa Rokan bisa berkontribusi USD30 juta. Pipa Rokan adalah jasa penyaluran minyak mentah dikelola anak usaha perseroan yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas). 


Dengan begitu, pendapatan dari bisnis ini akan memberikan tambahan pendapatan di segmen transportasi minyak Pertagas. ”Tahun depan akan berkontribusi USD130-140 juta,” harap Fadjar Harianto Widodo, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perusahaan Gas Negara. (*)