Ultra Voucher (UVCR) Siapkan Rp1,5 Miliar Demi Buyback 11 Juta Saham
:
0
CEO dari Ultra Voucher (PT Trimegah Karya Pratama Tbk), Hady Kuswanto
EmitenNews.com - Emiten yang bergerak di bidang perdagangan voucher dan jasa teknologi, PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (UVCR) atau Ultra Voucher, resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis oleh manajemen, Kamis (11/6/2026), langkah strategis ini diambil guna menyediakan saham yang akan dialokasikan dalam memfasilitasi Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan (Employee Stock Ownership Program/ESOP).
Manajemen Ultra Voucher berharap program ini dapat meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership) serta menyelaraskan kepentingan karyawan dan manajemen dengan kepentingan para pemegang saham guna mendorong kinerja Perseroan secara berkelanjutan. Aksi korporasi ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada tanggal 21 Mei 2026 lalu.
Pelaksanaan buyback akan dieksekusi secara bertahap dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, terhitung mulai tanggal 11 Juni 2026 sampai dengan 12 September 2026 melalu transaksi di Bursa Efek Indonesia. Langkah ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor S-102/D.04/2025 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Adapun jumlah saham yang dibidik oleh Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 11.000.000 (sebelas juta) lembar saham yang merupakan bagian dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah tersebut dipastikan mematuhi regulasi POJK karena tidak melebihi batas maksimal 20% dari modal disetor, dengan tetap menjaga jumlah saham beredar agar memenuhi ketentuan free float minimum yang ditetapkan OJK dan Bursa Efek Indonesia.
Untuk memuluskan aksi korporasi ini, Perseroan mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta Rupiah) yang bersumber sepenuhnya dari laba bersih tahun buku 2025. Anggaran ini belum termasuk biaya pembelian kembali saham, komisi pedagang perantara, serta biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan transaksi tersebut.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh saham hasil buyback ini nantinya dimasukkan ke dalam ESOP Pool untuk didistribusikan kepada manajemen dan karyawan terpilih dengan periode vesting hingga 5 (lima) tahun sesuai kebijakan internal yang berlaku.
Di sisi lain, manajemen optimistis bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan karena didukung oleh modal dan likuiditas yang sangat memadai.
Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang tidak diaudit, alokasi dana buyback akan disimulasikan menurunkan nilai total aset dan total ekuitas Perseroan dengan besaran yang sama, yaitu dari semula Rp271,34 miliar menjadi Rp269,84 miliar untuk aset, dan dari Rp107,87 miliar menjadi Rp106,37 miliar pada ekuitas. Sementara itu, laba neto tahun berjalan dipastikan tetap terjaga di angka Rp4,25 miliar.
Simulasi keuangan ini juga menunjukkan pengurangan jumlah saham beredar dari 2.000.144.838 lembar menjadi 1.989.144.838 lembar saham karena dialihkan menjadi saham treasury sebanyak 11.000.000 lembar.
Related News
SDPC Kucurkan Capex Rp100M, Bangun Gudang Raksasa Modern di Bekasi
SMRA Bagi Dividen, Optimistis Raup Marketing Sales Rp5,2 Triliun
IHSG Terjatuh Lagi 0,28 Persen, DSSA dan BMRI Ikut Parkir Zona Merah
Emiten Pengolahan Kelapa Sawit Dapat Guyuran Kredit Jumbo Rp8,9T BRI
Rights Issue ENRG Rp4,1 Triliun, Pengendali Terancam Dilusi 33 Persen!
Resmi, RATU Tuntaskan Akuisisi Madura Strait PSC





