Usut Perdagangan Balita Antarprovinsi, Polisi Dalami Kasus TPPO Bilqis
:
0
Poltabes Makassar menyerahkan kepada orang tuanya balita Bilqis Ramdhani korban penculikan yang ditemukan di Jambi. Dok. Liputan6/Fauzan.
EmitenNews.com - Bilqis Ramdhani (4) telah kembali ke tengah-tengah keluarganya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Lewat perburuan melelahkan Tim Polwiltabes Makassar berhasil menemukan balita korban penculikan itu, dari Makassar, Yogyakarta, hingga ke Suku Anak Dalam Jambi. Kini polisi mendalami kasus terkait jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang beroperasi antarprovinsi.
Seperti diketahui Bilqis dinyatakan hilang saat bermain di kawasan Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Minggu (2/11/2025). Bocah perempuan tersebut akhirnya ditemukan di wilayah Jambi pada Sabtu (8/11/2025) malam. Ia diduga menjadi korban TPPO.
Sejauh ini, polisi telah menetapkan empat tersangka. Polisi mengungkap bahwa perdagangan itu dilakukan melalui media sosial, grup medsos Facebook.
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (10/11/2025), Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengatakan, hasil sementara terungkap bahwa Bilqis telah dijual sebanyak tiga kali dengan harga berbeda.
Pertama, Bilqis dijual oleh wanita bernama Sri Yuliana alias SY (30) di Kota Makassar, dengan harga kesepakatan Rp3 juta kepada wanita Nadia Hutri alias NH (29).
Nadia kemudian membawa Bilqis ke wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, dan menjualnya kepada pasangan kekasih berinisial Meriana alias MA (42) dan Adit Prayitno Saputra alias AS (36) di Kabupaten Merangin, Jambi. Mereka mengaku mendapatkan untung Rp15 juta.
Dalam pengakuannya, MA dan AS, Bilqis diserahkan ke Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, Jambi, dengan harga sebesar Rp80 juta.
Menurut AKBP Devi Sujana, dari penelusuran diketahui tersangka yang diamankan di Sukoharjo sudah tiga kali bertransaksi dengan MA dan AS yang di Jambi tiga kali. Sedangkan MA dan AS sudah melakukan transaksi sebanyak sembilan kali.
Polisi mengungkap, MA dan AS kerap berhubungan dengan orang-orang di SAD, Jambi. Alasannya, para korban hendak diadopsi.
"Mereka sering berhubungan, juga dengan orang lain. Yang di Jambi juga dia menyerahkan anak itu. Sementara yang ini untuk diadopsi. Dugaan lainnya masih kita dalami kalau misalkan ada transaksi lainnya," ujarnya.
Related News
Amankan Fiskal Pemerintah Bakal Efisienkan Belanja, Termasuk MBG
Fitch Sematkan Rating ‘BBB’ untuk Penerbitan Samurai Bond Indonesia
Rekrutmen Kampung Nelayan Merah Putih Diburu Ratusan Ribu Pelamar
PTPP Garap Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Di Jambi Komnas HAM Bahas Kasus, Konflik Lahan Mendominasi
Pengembangan Kasus Tambang Samin Tan, Ada Tiga Tersangka Baru





