Wall Street Perkasa, IHSG Cenderung Koreksi
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu setelah pejabat Amerika Serikat (AS) dan China akhir pekan lalu berhasil meredakan ketegangan hubungan dagang. Kondisi itu, membuka jalan bagi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk menandatangi kesepakan pada pekan ini.
Berdasar pernyataan terbaru saat ASEAN Summit di Kuala Lumpur Malaysia, Menteri keuangan AS, Scoot Bessent menyatakan memiliki kerangka kerja yang siap untuk didiskusikan oleh pemimpin kedua negara tersebut pada Kamis, 30 Oktober 2025. Kerangka kerja tersebut berpotensi mencakup beberapa hal.
Di antaranya penundaan pembatasan ekspor tanah jarang oleh China, pembatalan pengenaan tambahan tarif impor 100 persen oleh Amerika, dan dimulainya kembali pembelian kedelai dari Amerika, dan kesepekatan divestasi Tiktok. Lonjakan Wall Street, dan aksi beli investor asing berlanjut akan menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, kekhawatiran investor terhadap wacana penyesuaikan free float saham masuk MSCI, dan koreksi cukup dalam harga emas berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.960-7.800, dan resistance 8.275-8.430.
Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham pilihan berikut. Yaitu, Bank Neo (BBYB), Bank BCA (BBCA), HM Sampoerna (HMSP), Telkom (TLKM), Alamtri Andalan (AADI), dan Mitra Adiperkasa (MAPI). (*)
Related News
Jalin Permudah Nasabah BRI dan BJB Tarik Tunai dari Aplikasi GoPay
Jasa Marga Kantongi Kredit Sindikasi Rp19,72T Untuk Tol Yogya-Bawen
Kemendag Ajak Masyarakat Bijak dan Hati-Hati Belanja Lebaran
IHSG Rebound ke 7.106 Jelang Libur Panjang, Semua Sektor Menguat!
BSN Rangkul Ekosistem Properti Syariah Indonesia
Tekanan Mereda, IHSG Sesi I Bertahan Naik 1,14 Persen ke Rp7.102





