EmitenNews.com -  PT Waskita Karya (WSKT) menerbitkan laporan keuangan periode 3Q 2021 dengan torehan yang cukup baik. Perseroan telah berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pemilik entitas induk  hingga September 2021 sebesar Rp252.71 miliar atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rugi sebesar Rp2,63 triliun.

 

Merujuk data laporan keuangan emiten BUMN konstruksi itu kepada BEI, (22/11/2021) tertera, seiring dengan perbaikan kinerja operasional, Perseroan masih membukukan pendapatan usaha Rp7,13 triliun atau sebanding dengan 32,37% pendapatan usaha sebelum COVID-19. Sehingga laba kotor tercatat sebesar Rp106,52 miliar atau meningkat 135,78% YoY pada 3Q 2021.

 

Direktur Utama Perseroan, Destiawan Soewardjono menjelaskan hingga September 2021 Perseroan telah memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp12,01 triliun atau sebanding dengan 79,44% nilai kontrak baru sebelum Pandemi COVID-19. Pada kinerja 3Q 2021 saja, Perseroan memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,89 triliun atau meningkat sebesar 94,30% YoY. Perseroan menargetkan perolehan nilai kontrak baru pada tahun 2021 sebesar Rp20,68 triliun dan sampai dengan saat ini Perseroan masih optimis untuk dapat mencapai target tersebut pada akhir tahun dengan likuiditas yang jauh lebih baik dan struktur biaya operasional yang lebih lean. 

 

Implementasi strategi restrukturisasi dan lean juga berdampak positif pada kinerja 3Q 2021 Perseroan, dimana beban pokok penjualan menurun sebesar 42,30% YoY, beban keuangan menurun sebesar 39,80% serta beban lainnya - bersih turun pada level 44,50% YoY. Dengan efisiensi dan efektifitas biaya yang lebih baik pada kuartal 3Q 2021, Perseroan telah berhasil menjaga kinerja laba bersih hingga September 2021 sebesar Rp145,02 miliar atau meningkat 104,29% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rugi bersih sebesar Rp3,38 triliun.

 

Destiawan menambahkan, hingga akhir tahun 2021 Manajemen masih akan terus berupaya untuk menjaga kesehatan keuangan Perseroan dengan mengurangi kerugian secara signifikan dibandingkan pada periode tahun 2020.