99 Persen Pengaduan Konsumen ke Kemendag Terkait Transaksi Online
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 7.887 laporan konsumen yang masuk ke Kementerian Perdagangan melalui Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga. 99 persen di antaranya terkait transaksi belanja daring.
EmitenNews.com - Kementerian Perdagangan senantiasa menjamin kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada seluruh konsumen Indonesia. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 7.887 laporan konsumen yang masuk ke Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN).
“Laporan tersebut meliputi 7.526 pengaduan konsumen, 258 pertanyaan, dan 103 informasi. Sebanyak 7.853 laporan (99 persen) berhasil ditangani. Sementara itu, 34 pengaduan sektor barang elektronik, kendaraan bermotor, dan jasa pariwisata sedang diproses,” ujar Direktur Jenderal PKTN Moga Simatupang.
Moga menuturkan, Kementerian Perdagangan berkomitmen memberikan berbagai kemudahan layanan dan meningkatkan penyelesaian pengaduan konsumen sebagai wujud tindakan nyata pemerintah dalam melindungi konsumen Indonesia, serta menciptakan konsumen berdaya dan pelaku usaha yang tertib.
Laporan konsumen tersebut meliputi sektor elektronik, kendaraan bermotor, dan sistem pembayaran. Pada sektor elektronik dan kendaraan bermotor, pengaduan konsumen lebih banyak mengenai barang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, barang mengalami kerusakan, dan kendala klaim garansi ke pusat layanan (service center).
Dari 7.887 laporan, terdapat 7.836 laporan terkait transaksi perdagangan melalui sistem elektronik. Dengan kata lain, 99 persen dari jumlah layanan konsumen yang masuk selama 2025 merupakan permasalahan konsumen yang bersumber dari transaksi daring. Sedangkan pada sektor sistem pembayaran, pengaduan konsumen lebih banyak mengenai permasalahan isi ulang saldo serta kendala penggunaan paylater dan kartu kredit.
“Dari pengaduan yang masuk ke Kementerian Perdagangan tahun 2025, tercatat nilai transaksi konsumen sebesar Rp18.194.348.894. Nilai tersebut mengalami peningkatan 379 persen dibanding transaksi konsumen pada tahun 2024 sebesar Rp3.797.573.216. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa indeks keberdayaan konsumen Indonesia sudah berada pada level kritis yaitu berani menyuarakan permasalahan dan memperjuangkan haknya melalui jalur yang tepat,” jelas Moga.
Pengaduan konsumen yang diterima Kementerian Perdagangan berasal dari berbagai saluran layanan, yaitu melalui aplikasi pesan WhatsApp 0853 1111 1010, surat elektronik pengaduan.konsumen@kemendag.go.id, dan telepon (021) 3441839. Pengaduan konsumen juga diterima dengan dengan bersurat maupun datang langsung ke Kementerian Perdagangan.
“Untuk menangani pengaduan konsumen tersebut, Kementerian Perdagangan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait lainnya guna memastikan keluhan dan permasalahan konsumen dapat diselesaikan dengan baik,” pungkas Moga.(*)
Related News
Rencana Beras SPHP Satu Harga, Dari Bulog Rp11.000, HET Rp12.500/Kg
Pemerintah Sepakat Beri Margin Fee Bulog 7 Persen
Harga Pupuk Turun Hingga 20 Persen, Zulhas Sanjung Mentan Amran
Pemerintah Bidik Devisa USD22-24 Miliar Dari Kunjungan Wisman 2026
Transaksi di Tiga Even Belanja Libur Nataru Capai Rp122,28 Triliun
Catat Hasil Signifikan, Paket Ekonomi 2025 Lanjut Di 2026





