EmitenNews.com - Penderitaan warga Aceh akibat bencana banjir yang melanda wilayah itu, November 2025, belum berakhir. Bupati Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Armia Pahmi, mengungkap bahwa 4.000 hunian sementara belum dibangun sama sekali di wilayahnya. Aceh Tamiang butuh 8.190 unit. Sedangkan yang selesai dibangun baru 940 unit, dalam proses pembangunan sebanyak 3.081 unit dan belum rampung.

Bupati Armia Pahmi mengungkapkan hal tersebut saat bertemu Kepala Badan Nasional Penanggulangan (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, Kamis (26/2/2026). 

“Artinya separuh lagi kebutuhan Huntara belum dimulai pengerjannya. Kami harap dibangun segera,” sebut Armia di area Huntara Desa Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang. 

Sampai dengan hari ini total ada 2.111 kepala keluarga penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai pengganti uang sewa karena mereka tidak menempati huntara. Rinciannya, DTH tahap 1 sebanyak 270 KK, DTH tahap 2 sebanyak 314 KK dan DTH tahap 3 sejumlah 1.527 KK.  

"DTH tahap 1 sudah dilakukan pencairan. Mereka menerima Rp600 ribu per KK per bulan sampai menerima hunian tetap. Sedangkan tahap 2 dan tahap 3 sedang dalam proses verifikasi dan validasi penerima," ujarnya.

Bantuan bersumber dari Kementerian Sosial yang telah  disalurkan yakni santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia bencana hidrometeorologi masing-masing sebesar Rp15 juta kepada 114 ahli waris. Santunan bagi korban luka berat saat ini masih berproses validasi data di tingkat kabupaten.  

Sedangkan bantuan lain dari Kementerian Sosial yang sudah diajukan, Armia menyampaikan bantuan stimulan bagi KK dengan kriteria rumah rusak berat sebanyak 1.286 yang bersumber dari data bersih bagian pertama, hasil verifikasi dan validasi lapangan SK BNBA Tahap I.  

Bantuan yang diusulkan berupa stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per KK, bantuan pengganti perabotan rusak sebesar Rp3 juta per KK. Bantuan ini masih belum terealisasi. "Mohon bantuan bapak Kepala BNPB agar progres pembangunan huntara, huntap serta bantuan stimulan bagi warga kami bisa lebih cepat. Sesuai target kita lebaran nanti tidak boleh ada warga yang masih tinggal di tenda darurat."

Terakhir, sambung Armia, ada 1.286 KK yang sudah diusulkan menerima bantuan jatah hidup (jadup) dan biaya ganti perabotan. Nantinya jadup ini disediakan sesuai dengan jumlah jiwa dalam masing-masing keluarga, yakni sebesar Rp450 ribu per orang per bulan. 

"Kemudian, 588 KK yang menghuni huntara Danantara di Kampung Simpang Empat ini, sudah diusulkan sebagai penerima bantuan stimulan ekonomi dari Kemensos sebesar Rp 5 juta per KK," kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi. ***