EmitenNews.com - Mekanisme tata kelola ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis melalui satu pintu, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), mulai diterapkan pada Senin (1/6/2026). Meski begitu, pemerintah memastikan kontrak ekspor oleh perusahaan yang telah berjalan tetap dihormati.

Pemerintah memberlakukan kebijakan ekspor komoditas strategis melalui PT DSI mulai 1 Juni 2026. Untuk tahap awal, tiga komoditas strategis diatur melalui kebijakan ini, yakni batu bara, minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO), dan ferroalloy.

Pemerintah mengungkapkan, kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap dan ada transisi. Masa transisi berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, hingga akhirnya ditargetkan diimplementasikan secara penuh paling lambat mulai 1 Januari 2027.

Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (2/6/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah memahami kekhawatiran pelaku usaha terkait perubahan mekanisme ekspor. Namun, seluruh kontrak yang berjalan tetap akan dihormati sepanjang dilakukan secara normal dan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pemerintah akan menghormati kontrak masing-masing sejauh transaksi normal dengan mengacu pada harga yang telah ditentukan," kata Menko Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Implementasi DSI Dilakukan Secara Bertahap

Airlangga juga memastikan bahwa implementasi DSI akan dilakukan secara bertahap dan dievaluasi secara berkala, terutama setelah tiga bulan pertama kebijakan ini dijalankan sejak 1 Juni 2026. "Nah tahapan-tahapan ini akan dievaluasi dalam waktu tiga bulan, termasuk memperhitungkan kesiapan sistem PT DSI."

Sementara itu, COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria menyatakan masih mematangkan pembentukan manajemen PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Setelah mengangkat Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI, kini Danantara tengah melakukan proses seleksi ketat untuk jajaran manajemen perusahaan ekspor tersebut.

Danantara tengah melakukan proses seleksi yang ketat berkaitan dengan Sumber Daya Manusia yang nanti akan bergabung dengan PT DSI. Dony berharap melalui proses seleksi ketat akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara menjadi bagian tim DSI.

Danantara juga sedang mengembangkan sistem teknologi yang akan mendukung operasional DSI. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan pengelolaan data dan transaksi ekspor berjalan secara transparan, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.