Akumulasi Beli Dominan, IHSG Jebol Level 8.650
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,79 persen menjadi 8.617. Sekaligus menandai level all-time high (ATH) baru. Secara teknikal, ada pembentukan histogram positif pada MACD diiringi potensi golden cross pada Stochastic RSI pivot area.
Oleh sebab itu, indeks berpeluang menguji level 8.650, dan posisi support 8.550. Fokus pasar tertuju pada rilis data Services PMI sejumlah negara. Pasar Amerika Serikat (AS) menanti rilis data ISM Services PMI November 2025 diperkirakan turun menjadi 52.1 dari Oktober 2025 di level 52.4.
Itu sebagai pertanda aktivitas sektor jasa Amerika masih relatif stabil, dan terjaga di zona ekspansif. Pasar kawasan Eropa, menunggu rilis data Services PMI Final November 2025 Jerman, Euro Area, dan Inggris ditaksir terjaga di zona ekspansif. Menandai aktivitas sektor jasa relatif stabil meski beberapa negara mencatat koreksi.
Pasar regional, menanti rilis data S&P Global Services PMI Final Jepang November 2025 diperkirakan terjaga di zona ekspansif 53.1, menandakan aktivitas sektor jasa Jepang relatif stabil. Data RatingDog Services PMI Tiongkok November 2025 diprediksi turun ke level 52 dari Oktober 2025 di level 52.6.
Itu sebagai tanda aktivitas sektor jasa Tiongkok sedang melemah namun masih berada pada zona ekspansif. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi saham-saham berikut. Yaitu, Emtek (EMTK), Surya Citra (SCMA), Sarana Menara (TOWR), Adaro Andalan (AADI), dan Alamtri Minerals (ADMR). (*)
Related News
Program S'RASA Antarkan Kecap Indonesia Masuk Pasar Belanda
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua Januari 2026 Naik Lagi
Sektor Digital Diperkirakan Bisa Sumbang 20 Persen Pertumbuhan Ekonomi
Siap-siap! Biaya Admin Debit dan Tabungan Bank Mandiri Segera Naik
IHSG Rekor, Asing Akumulasi Rp7,3 Triliun
Baja Nirkarat Indonesia Lolos Dari Ancaman Bea Masuk Antidumping Turki





