EmitenNews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menuai laba bersih konsolidasi sebesar Rp56,3 triliun sepanjang tahun buku 2025. Torehan tersebut tumbuh 0,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp55,78 triliun.

Direktur Utama BMRI, Riduan dalam paparan kinerja Bank Mandiri Tahun Buku 2025, Kamis (5/2/2026) mengatakan kinerja laba ditopang oleh pertumbuhan kredit, kualitas aset, serta struktur pendanaan.

“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang,” ujar Riduan.

Senada dengan pencapaian laba tersebut, total penyaluran kredit Bank Mandiri hingga akhir 2025 tercatat mencapai Rp1.895 triliun atau tumbuh 13,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Pertumbuhan kredit terjadi merata di seluruh segmen bisnis, termasuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kredit UMKM Bank Mandiri tercatat tumbuh 4,88% yoy di tengah perlambatan pertumbuhan kredit UMKM secara industri. Riduan menyebut, dukungan terhadap sektor UMKM tetap menjadi fokus utama perseroan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

Menengok sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tertakar mencapai Rp2.106 triliun atau meningkat 23,9 persen yoy. Pertumbuhan DPK ditopang oleh dana murah (CASA) yang naik 12,6.persen yoy menjadi Rp1.431 triliun.

Kualitas aset Bank Mandiri dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berada di level 0,96 persen secara bank only, jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional. Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 20,4 persen.

Menilik profitabilitasnya, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BMRI terlapor sebesar Rp106 triliun atau tumbuh 4,38 persen yoy. Pendapatan non-bunga mencapai Rp48,5 triliun atau meningkat 14,5 persen yoy.